Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[KLARIFIKASI] Video Lautan Manusia di Mekkah Ini Dibuat dengan AI

Kompas.com, 29 Mei 2026, 17:51 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan lautan manusia memakai baju putih.

Pengguna media sosial menyebutkan lautan manusia itu adalah jemaah haji yang menunaikan ibadah di Mekkah, Arab Saudi, pada Mei 2026.

Namun, setelah diperiksa Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif berbasis artificial intelligence (AI).

Narasi yang beredar

Video lautan jemaah haji di Mekkah disebarkan oleh akun Instagram ini, ini, ini, dan ini.

Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (28/5/2026):

Lautan manusia berpakaian putih berkumpul dalam satu tujuan, satu doa, dan satu harapan yang sama.

Di tempat seperti ini, kita diingatkan bahwa di hadapan Allah tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain—semua datang membawa dosa, harapan, dan hati yang ingin kembali.

Dari atas terlihat seperti jutaan manusia. Tapi bagi Allah, setiap doa tetap didengar satu per satu.

Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Kamis (28/5/2026), menampilkan lautan jemaah haji di Mekkah.Tim Cek Fakta Kompas.com Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Kamis (28/5/2026), menampilkan lautan jemaah haji di Mekkah.

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa keaslian video yang beredar menggunakan alat pendeteksi konten artificial intelligence (AI).

Salah satu platform yang menyediakan alat tersebut yakni Hive Moderation.

Hasil pendeteksiannya menunjukkan, video lautan jemaah haji merupakan AI generatif. Videonya memiliki probabilitas hingga 99,8 persen dibuat dengan kecerdasan buatan.

Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Kamis (28/5/2026), menampilkan lautan jemaah haji di Mekkah.Tim Cek Fakta Kompas.com Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Kamis (28/5/2026), menampilkan lautan jemaah haji di Mekkah.

Jumlah umat muslim yang menjalankan ibadah haji setiap tahunnya memang tidak sedikit.

Dikutip dari DW, jumlah jemaah ibadah haji tahun ini diperkirakan sekitar 1,5 juta orang. Mereka datang dari berbagai negara ke Arab Saudi.

Sementara, dalam tiga tahun terakhir, jumlah jemaah haji yang datang antara 1,7 dan 1,8 juta orang.

Meski jumlahnya jutaan orang, tetapi kerumunan orangnya tidak terlihat seperti video yang beredar.

Kepadatan jemaah diatur sedemikian rupa agar tidak membahayakan dan jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Suasana ibadah haji di Mekkah, dapat dilihat secara langsung melalui situs web Makkah Live.

Kesimpulan

Video lautan jemaah haji di Mekkah merupakan konten manipulatif berbasis AI.

Jumlah jemaah haji tahun diperkirakan sekitar 1,5 juta orang. Namun, kepadatan jemaah diatur sedemikian rupa agar tidak membahayakan dan ibadah berjalan dengan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
[KLARIFIKASI] Video Lautan Manusia di Mekkah Ini Dibuat dengan AI
[KLARIFIKASI] Video Lautan Manusia di Mekkah Ini Dibuat dengan AI
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pemprov NTB Rilis Imbauan Waspada Penculikan Anak di Lombok
[HOAKS] Pemprov NTB Rilis Imbauan Waspada Penculikan Anak di Lombok
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Indonesia Stop Pakai Dollar AS dan Pindah ke Yuan
[HOAKS] Indonesia Stop Pakai Dollar AS dan Pindah ke Yuan
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Adam Suseno Dirawat di RS pada Mei 2026, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Adam Suseno Dirawat di RS pada Mei 2026, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Video Jet Tempur AS yang Rusak Ini adalah Konten AI
INFOGRAFIK: Video Jet Tempur AS yang Rusak Ini adalah Konten AI
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Menhan Sjafrie Umumkan Program Bantuan untuk Para Pensiunan
[HOAKS] Menhan Sjafrie Umumkan Program Bantuan untuk Para Pensiunan
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Visa Lima Pemain Timnas Irak Ditolak AS
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Visa Lima Pemain Timnas Irak Ditolak AS
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM
[HOAKS] Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Seleksi CPNS 2026 Sudah Dibuka, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Seleksi CPNS 2026 Sudah Dibuka, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Iran Serang Kilang Minyak Israel pada Maret 2026, Bukan saat Idul Adha
[KLARIFIKASI] Iran Serang Kilang Minyak Israel pada Maret 2026, Bukan saat Idul Adha
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Prabowo Bolehkan Israel Uji Coba Rudal ke Wilayah Indonesia
[HOAKS] Prabowo Bolehkan Israel Uji Coba Rudal ke Wilayah Indonesia
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum, Cek Faktanya
INFOGRAFIK: Hoaks Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum, Cek Faktanya
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pigai Sebut Penculikan WNI oleh Militer Israel adalah Risiko
[HOAKS] Pigai Sebut Penculikan WNI oleh Militer Israel adalah Risiko
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Surat Pemberitahuan Polres Kupang soal Adanya Penculikan Anak
[HOAKS] Surat Pemberitahuan Polres Kupang soal Adanya Penculikan Anak
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Pocong Maling Kambing Ini Dibuat dengan AI
[KLARIFIKASI] Foto Pocong Maling Kambing Ini Dibuat dengan AI
Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau