Penulis

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.
KOMPAS.com - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko akan segera dimulai pada 11 Juni nanti. Sejumlah tim nasional telah mengumumkan skuad yang akan dibawa ke turnamen akbar empat tahunan itu.
Namun, di media sosial muncul unggahan yang mengeklaim AS sebagai tuan rumah menolak visa lima orang pemain Irak di Piala Dunia 2026.
Setelah ditelusuri, unggahan itu ternyata tidak benar. Informasi itu dibantah Pemerintah AS dan Asosiasi Sepak Bola Irak.
Unggahan yang mengeklaim AS menolak visa lima orang pemain Irak dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Menurut unggahan sumber video tersebut diklaim berasal dari media lokal Irak NTV.
Unggahan yang mengeklaim AS menolak visa lima orang pemain Irak. Dikutip dari Newsweek, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, membantah narasi tersebut.
Ia menjelaskan, para pemain Irak tetap bisa berlaga di Piala Dunia dan tidak masalah terkait visa.
"Saat ini, tidak ada masalah ]yang memengaruhi para pemain tim nasional Irak, dan mereka tetap berada di jalur yang tepat untuk berkompetisi di Piala Dunia," kata Giuliani.
Giuliani menyebut, pihaknya terus berkomunikasi dengan FIFA untuk memastikan turnamen akbar itu berjalan dengan aman.
Seorang pejabat Irak juga mengonfirmasi bahwa seluruh penggawa tim nasional telah memperoleh visa untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026
Dalam laporan Reuters pada 13 Mei 2026, Asosiasi Sepak Bola Irak telah membantah klaim bahwa lima pemain ditolak visanya oleh AS.
Mereka memastikan semua pemain tim nasional Irak telah memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Unggahan yang mengeklaim AS menolak visa lima orang pemain Irak merupakan kabar tidak benar.
Informasi itu dibantah Pemerintah AS serta Asosiasi Sepak Bola Irak. Seluruh pemain Irak disebut telah mendapat visa untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang