Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[KLARIFIKASI] Video TKI Histeris Lihat Ledakan Rudal Hasil Rekayasa AI

Kompas.com, 25 April 2026, 11:11 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Di media sosial beredar video dengan narasi seorang tenaga kerja perempuan asal Indonesia (TKI) histeris melihat ledakan rudal yang menghantam sejumlah bangunan.

Tidak ada keterangan di mana lokasi terjadinya ledakan rudal yang dijelaskan dalam unggahan tersebut.

Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu ternyata merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).

Narasi yang beredar

Video seorang TKI histeris melihat ledakan rudal yang menghantam sejumlah bangunan dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.

Video itu menampilkan seorang perempuan berteriak ketika melihat rudal yang meluncur dan menghantam sejumlah bangunan.

Salah satu akun menulis keterangan:

TERIAKAN MALAM ITU ! TKW INI HISTERIS SAAT SEMUA JADI GELAP !!

Teriakan TKW lihat ledakan rudal jatuh

Video  yang diklaim menampilkan seorang TKW histeris melihat ledakan rudal. Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan seorang TKW histeris melihat ledakan rudal.

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian video tersebut menggunakan dua perangkat pendeteksi AI, yakni Hive Moderation dan Truth Scan.

Hasil identifikasi Hive Moderation menunjukkan, video yang menampilkan TKI histeris melihat ledakan rudal memiliki probabilitas 98,5 persen dihasilkan AI.

Hasil pemeriksaan HIve Moderation terhadap video seorang TKW histeris melihat ledakan rudal. Hive Moderation Hasil pemeriksaan HIve Moderation terhadap video seorang TKW histeris melihat ledakan rudal.

Truth Scan juga mendeteksi video itu sebagai AI generatif dengan probabilitas 73 persen.

Hasil pemeriksaan TruthScan terhadap video seorang TKW histeris melihat ledakan rudalTruthScan Hasil pemeriksaan TruthScan terhadap video seorang TKW histeris melihat ledakan rudal

Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu bersumber dari unggahan akun Facebook ini.

Akun tersebut mendeskripsikan dirinya sebagai kreator digital. Ia kerap mengunggah video hasil rekayasa AI yang menampilkan militer Iran. 

Sebelumnya, di media sosial juga pernah muncul video manipulasi AI yang mengeklaim TKI di Timur Tengah panik melihat rudal yang beterbangan. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.

Kesimpulan

Video seorang TKI histeris melihat ledakan rudal yang menghantam sejumlah bangunan merupakan hasil rekayasa.

Adapun video itu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
[KLARIFIKASI] Video Lautan Manusia di Mekkah Ini Dibuat dengan AI
[KLARIFIKASI] Video Lautan Manusia di Mekkah Ini Dibuat dengan AI
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pemprov NTB Rilis Imbauan Waspada Penculikan Anak di Lombok
[HOAKS] Pemprov NTB Rilis Imbauan Waspada Penculikan Anak di Lombok
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Indonesia Stop Pakai Dollar AS dan Pindah ke Yuan
[HOAKS] Indonesia Stop Pakai Dollar AS dan Pindah ke Yuan
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Adam Suseno Dirawat di RS pada Mei 2026, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Adam Suseno Dirawat di RS pada Mei 2026, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Video Jet Tempur AS yang Rusak Ini adalah Konten AI
INFOGRAFIK: Video Jet Tempur AS yang Rusak Ini adalah Konten AI
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Menhan Sjafrie Umumkan Program Bantuan untuk Para Pensiunan
[HOAKS] Menhan Sjafrie Umumkan Program Bantuan untuk Para Pensiunan
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Visa Lima Pemain Timnas Irak Ditolak AS
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Visa Lima Pemain Timnas Irak Ditolak AS
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM
[HOAKS] Pigai Sebut Putusnya Kabel SUTET sebagai Pelanggaran HAM
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Seleksi CPNS 2026 Sudah Dibuka, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Seleksi CPNS 2026 Sudah Dibuka, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Iran Serang Kilang Minyak Israel pada Maret 2026, Bukan saat Idul Adha
[KLARIFIKASI] Iran Serang Kilang Minyak Israel pada Maret 2026, Bukan saat Idul Adha
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Prabowo Bolehkan Israel Uji Coba Rudal ke Wilayah Indonesia
[HOAKS] Prabowo Bolehkan Israel Uji Coba Rudal ke Wilayah Indonesia
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum, Cek Faktanya
INFOGRAFIK: Hoaks Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum, Cek Faktanya
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pigai Sebut Penculikan WNI oleh Militer Israel adalah Risiko
[HOAKS] Pigai Sebut Penculikan WNI oleh Militer Israel adalah Risiko
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Surat Pemberitahuan Polres Kupang soal Adanya Penculikan Anak
[HOAKS] Surat Pemberitahuan Polres Kupang soal Adanya Penculikan Anak
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Pocong Maling Kambing Ini Dibuat dengan AI
[KLARIFIKASI] Foto Pocong Maling Kambing Ini Dibuat dengan AI
Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau