Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Cuma Gen Z, Generasi Alpha Bisa Dilirik untuk Tingkatkan Okupansi Hotel

Kompas.com, 17 April 2026, 13:51 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Selain Generasi Z (Gen Z), Generasi Alpha bisa dilirik industri perhotelan untuk meningkatkan okupansi (hunian). Adapun Generasi Alpha lahir dari tahun 2013 sampai pertengahan 2023.

"Generasi Alpha suka traveling dan pasti mengajak orangtua. Perilaku seperti itu yang berdampak terhadap peningkatan hunian kamar hotel," kata Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Gede Arya Pering Arimbawa, dilansir dari Antara, Jumat (17/4/2026).

Baca juga:

Potensi Generasi Alpha untuk tingkatkan hunian hotel

Hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang

Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang.Unsplash/João Marcelo Martins Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang.

Generasi Alpha dinilai cukup akrab dengan gadget (gawai). Mereka juga disebut punya ekspektasi tinggi terhadap sebuah pengalaman, serta cenderung menyukai aktivitas yang interaktif dan destinasi wisata yang ramah anak.

Arimbawa berpendapat, perilaku tersebut mendorong industri perhotelan untuk beradaptasi lebih cepat.

Saat ini, hotel tidak bisa hanya memikirkan tamu dewasa karena anak-anak bisa jadi penentu keputusan perjalanan keluarga. 

"Ketika Generasi Alpha muncul maka perlu percepatan dalam beradaptasi melihat peluang," tutur Arimbawa.

Selain Generasi Alpha, generasi lain tetap memiliki minat tinggi. Generasi X, Y (Generasi Milenial), dan Generasi Z masih rajin mengeksplorasi tempat wisata.

Menariknya, banyak dari mereka memilih menunda pernikahan. Sebagai gantinya, mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan.

Ada juga peluang dari keluarga transmigran. Kala sukses, generasi ketiga dari keluarga tersebut sering melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Pergerakan ini menciptakan permintaan kamar hotel yang cukup tinggi secara musiman.

Baca juga:

Tingkat okupansi hotel Februari 2026

Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang. Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang.

Industri perhotelan disebut masih menghadapi tantangan dalam angka hunian.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, tingkat okupansi hotel bintang mencapai 44,89 persen. Angka ini turun jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang sebesar 47,53 persen.

Lama menginap tamu juga tergolong singkat. Rata-rata tamu menginap hanya sekitar 1,64 hari pada Februari 2026 dan 1,59 hari pada Januari 2026.

Baca juga:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau