Penulis
KOMPAS.com - Selain Generasi Z (Gen Z), Generasi Alpha bisa dilirik industri perhotelan untuk meningkatkan okupansi (hunian). Adapun Generasi Alpha lahir dari tahun 2013 sampai pertengahan 2023.
"Generasi Alpha suka traveling dan pasti mengajak orangtua. Perilaku seperti itu yang berdampak terhadap peningkatan hunian kamar hotel," kata Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Gede Arya Pering Arimbawa, dilansir dari Antara, Jumat (17/4/2026).
Baca juga:
Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang.Generasi Alpha dinilai cukup akrab dengan gadget (gawai). Mereka juga disebut punya ekspektasi tinggi terhadap sebuah pengalaman, serta cenderung menyukai aktivitas yang interaktif dan destinasi wisata yang ramah anak.
Arimbawa berpendapat, perilaku tersebut mendorong industri perhotelan untuk beradaptasi lebih cepat.
Saat ini, hotel tidak bisa hanya memikirkan tamu dewasa karena anak-anak bisa jadi penentu keputusan perjalanan keluarga.
"Ketika Generasi Alpha muncul maka perlu percepatan dalam beradaptasi melihat peluang," tutur Arimbawa.
Selain Generasi Alpha, generasi lain tetap memiliki minat tinggi. Generasi X, Y (Generasi Milenial), dan Generasi Z masih rajin mengeksplorasi tempat wisata.
Menariknya, banyak dari mereka memilih menunda pernikahan. Sebagai gantinya, mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan.
Ada juga peluang dari keluarga transmigran. Kala sukses, generasi ketiga dari keluarga tersebut sering melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Pergerakan ini menciptakan permintaan kamar hotel yang cukup tinggi secara musiman.
Baca juga:
Generasi Alpha bisa dilirik untuk meningkatkan okupansi hotel. Namun, para pelaku usaha hotel harus cepat beradaptasi melihat peluang.Industri perhotelan disebut masih menghadapi tantangan dalam angka hunian.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, tingkat okupansi hotel bintang mencapai 44,89 persen. Angka ini turun jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang sebesar 47,53 persen.
Lama menginap tamu juga tergolong singkat. Rata-rata tamu menginap hanya sekitar 1,64 hari pada Februari 2026 dan 1,59 hari pada Januari 2026.
Baca juga: