Penulis
KOMPAS.com - House of Tugu, Old Town Jakarta masuk daftar World's Greatest Places 2026 (Tempat Terbaik di Dunia 2026) versi majalah Time asal Amerika Serikat.
House of Tugu menjadi satu-satunya properti dari Indonesia yang masuk daftar tersebut, khususnya kategori Places to Stay.
Baca juga:
"Ketika House of Tugu akhirnya dibuka di Kota Tua, Jakarta, pada Januari 2025 setelah dua dekade proses pembangunan, tempat ini menawarkan sesuatu yang langka di Indonesia: Sebuah ruang publik yang didedikasikan untuk warisan budaya Peranakan," tulis keterangan dari laman Time, dikutip Kamis (9/4/2026).
Time menilai properti tersebut sebagai ruang hidup yang menjaga sejarah Indonesia tetap bernapas.
De Tiger di House Of Tugu Jakarta di Jakarta Pusat. House of Tugu Jakarta jadi satu-satunya wakil Indonesia dalam daftar World’s Greatest Places 2026 versi TIME, khususnya kategori Places to Stay.House of Tugu terletak tak jauh dari Museum Fatahillah, tepatnya dekat Halte Kali Besar. Di setiap sudut bangunan terdapat koleksi seni dan benda antik asli.
Time menyebut ada lebih dari 1.000 barang koleksi pribadi di tempat ini. Salah satu yang paling unik adalah meja emas merah sepanjang 26 meter, ada pula perahu upacara berkepala harimau yang dibuat pada tahun 1648.
Selain tempat menginap, ada Restoran Jajaghu yang menyajikan masakan Nusantara dengan resep leluhur dan kafe Babah Koffie by Kawisari yang membawa suasana nostalgia dari salah satu kebun kopi tertua di Jawa.
Ke depannya, pada Mei 2026, di tempat ini akan dibuka De Tiger, speakeasy poolside yang konsepnya terinspirasi dari kehidupan malam Batavia pada masa lalu.
Selanjutnya akan ada The Huang Museum, yang akan memamerkan ribuan artefak bersejarah milik keluarga Tugu. Banyak koleksi di dalamnya yang belum pernah diperlihatkan kepada publik sebelumnya.
Baca juga:
Riverside Suites, salah satu kamar di House of Tugu, Old Town Jakarta. House of Tugu Jakarta jadi satu-satunya wakil Indonesia dalam daftar World’s Greatest Places 2026 versi TIME, khususnya kategori Places to Stay.Adapun properti ini berawal dari kecintaan sang pendiri Tugu, Anhar Setjadibrata, terhadap sejarah Nusantara. Sejak tahun 1960-an, ia sudah berkeliling ke berbagai pelosok Indonesia.
Ia melihat banyak benda bersejarah yang terabaikan begitu saja, serta banyak tradisi yang mulai menghilang ditelan zaman.
Anhar kemudian mengumpulkan artefak-artefak tersebut karena ingin menyelamatkan potongan sejarah yang tersisa. Bersama istrinya, Wedya Julianti, misi penyelamatan ini menjadi pondasi lahirnya Tugu.
Saat ini semangat tersebut diteruskan oleh sang anak sekaligus co-owner Tugu Hotels & Restaurants Group, Lucienne Anhar.
"Kami tidak pernah memulai dengan tujuan membangun jaringan hotel dan restoran. Yang ingin kami lakukan adalah menjaga kisah tentang masyarakat Indonesia agar tetap dikenang melalui ruang, artefak, dan pengalaman yang dapat dirasakan oleh para pengunjung," kata Lucienne lewat keterangan resmi.
Selain House of Tugu, daftar World's Greatest Places 2026 juga memuat properti lainnya, di antaranya Songtsam Lodge Cizhong di China, Oberoi Rajgarh Palace Resort di India, Masiya's Camp at Royal Malewane di Afrika Selatan, dan Avantgarde Refined Caves of Cappadocia di Turkiye.
Setiap tahun, Time mengumpulkan nominasi berbagai tempat, termasuk hotel, kapal pesiar, restoran, obyek wisata, museum, dan taman, dari jaringan koresponden dan kontributor internasionalnya, serta melalui proses pendaftaran.
Fokusnya adalah tempat-tempat yang menawarkan pengalaman baru, menarik, dan relevan.
Baca juga: