Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MotoGP Italia: Top Speed Payah, Alex Rins Teriak di Dalam Helm

Kompas.com, 30 Mei 2026, 08:42 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Monster Energy Yamaha Alex Rins, blak-blakan mengenai kelemahan krusial motor YZR-M1 miliknya saat melakoni sesi Practice di MotoGP Italia, Sirkuit Mugello.

Rins mengaku sampai berteriak di dalam helmnya lantaran frustrasi melihat jebloknya top speed motor Yamaha jika dibandingkan dengan para rival.

Sirkuit Mugello yang memiliki lintasan lurus utama sangat panjang memang menjadi momok yang mengekspos habis-habisan defisit performa Yamaha. Meskipun pabrikan asal Iwata ini tengah menguji mesin V4 baru, ketertinggalan mereka di zona speed trap masih terlampau jauh dan mengkhawatirkan.

Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Italia 2026: Diggia Tercepat

Yamaha resmi membuka lembaran baru dalam sejarah MotoGP dengan memperkenalkan YZR-M1 versi 2026KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha resmi membuka lembaran baru dalam sejarah MotoGP dengan memperkenalkan YZR-M1 versi 2026

Berdasarkan data hari Jumat, rekan setim Rins, Fabio Quartararo, tertinggal hingga lebih dari 12 kpj dari Enea Bastianini yang memacu KTM. Sementara Rins sendiri mencatatkan top speed yang terpaut sekitar 10 kpj lebih lambat dari pebalap tercepat di lintasan lurus.

Frustrasi Disalip Motor Honda

Rins menceritakan momen menggelikan sekaligus ironis saat dirinya berusaha melakukan putaran cepat. Pebalap asal Spanyol itu terkejut ketika pebalap lain dengan motor Honda dengan mudahnya melewati dia di trek lurus akibat perbedaan performa mesin yang mencolok.

"Saya sedang memacu motor sekencang mungkin seperti saat time attack. Lalu dia punya tenaga mesin lebih besar dan menyalip saya tepat di trek lurus. Saat itu saya sampai berteriak di dalam helm, 'Tidak, tidak, kenapa? Tetaplah di belakang!' Tapi ya, itu lumayan lucu kalau diingat," ujar Rins dikutip dari Crash.net, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Hasil Practice Moto3: Melesat di Menit Akhir, Veda Ega Lolos ke Q2

Akibat defisit performa ini, Rins mengaku kesulitan untuk memanfaatkan efek slipstream di belakang pebalap lain. Ketika mencoba membuntuti Francesco Bagnaia dan Marco Bezzecchi, Rins dipaksa berkendara hingga batas maksimal dengan mata terbuka lebar hanya untuk menjaga jarak agar tidak tertinggal terlalu jauh.

Lolos ke Q2 Berkat Modal Nekat

Meski mengeluhkan performa motor yang sering melebar di tikungan, Rins justru menjadi pebalap Yamaha dengan performa paling menonjol pada hari Jumat. Ia berhasil mengamankan posisi kesembilan dengan catatan waktu 1 menit 45,149 detik, yang membuatnya lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2).

Pencapaian Rins berbanding terbalik dengan penunggang Yamaha lainnya. Jack Miller terpuruk di posisi ke-16, sementara Fabio Quartararo harus puas di urutan ke-17 setelah sempat mengalami insiden kecelakaan.

Walaupun mencatatkan hasil impresif di sesi awal, Rins sadar betul bahwa mempertahankan posisi di barisan depan saat race sejauh 40 menit akan menjadi tantangan yang sangat berat.

"Untuk satu lap tunggal, sebagai pebalap profesional yang bertalenta, kami mungkin bisa memaksakan motor hingga limitnya dan mencetak waktu bagus. Tapi saat race pace, kondisinya berbeda. Dalam balapan sepanjang 40 menit, semuanya menjadi jauh lebih sulit, ban mulai panas, dan performanya akan menurun drastis," kata Rins.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau