Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nicolo Bulega Ingin Naik ke MotoGP, Valentino Rossi Jadi Penentu

Kompas.com, 29 Mei 2026, 09:42 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber Speedweek

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap tim Ducati di WorldSBK Nicolo Bulega menjadi salah satu nama yang santer disebut bakal naik kelas ke MotoGP mulai musim 2027.

Pebalap asal Italia tersebut bahkan diyakini mendapat dukungan penuh dari Ducati untuk mengisi kursi di tim VR46 milik Valentino Rossi.

Masa depan Bulega disebut sedang dibahas di seri MotoGP Mugello, Italia. Ducati dikabarkan ingin membawa pebalap berusia 26 tahun itu ke kelas premier seiring penerapan regulasi baru MotoGP pada 2027.

Baca juga: Grup Diler Sebut Denza D9 Mulai Ganggu Dominasi Toyota Alphard

Saat ini, sebagian besar susunan pebalap Ducati untuk musim 2027 dan 2028 disebut sudah mulai terbentuk. Marc Marquez diproyeksikan tetap membela tim pabrikan Lenovo Ducati apabila tidak pensiun akhir musim ini, dengan Pedro Acosta sebagai tandem.

Nicolo Bulega saat sesi tes untuk World Superbike (WorldSBK) 2026Dok. @nicolo_bulega11 Nicolo Bulega saat sesi tes untuk World Superbike (WorldSBK) 2026

Sementara itu, Gresini Racing dikabarkan akan diperkuat Joan Mir dan talenta Moto2 Daniel Holgado.

Di sisi lain, Fermin Aldeguer disebut bakal pindah dari Gresini ke VR46. Sedangkan Fabio Di Giannantonio dikabarkan hengkang ke Red Bull KTM bersama Alex Marquez.

Artinya, masih tersisa satu kursi di VR46 untuk musim 2027-2028. Tiga nama yang masuk radar ialah Celestino Vietti, Nicolo Bulega, dan Luca Marini yang merupakan saudara tiri Valentino Rossi.

Bulega sendiri tampil impresif di WSBK 2026. Ia belum terkalahkan dalam 19 balapan lintas musim dan kini memimpin klasemen sementara dengan selisih 95 poin atas rekan setimnya di Aruba Ducati, Iker Lecuona.

Baca juga: Penjualan BYD di Haka Auto Tembus 1.000 Unit per Bulan

Manajemen Ducati disebut menilai Bulega sebagai kandidat paling siap untuk promosi ke MotoGP.

Valentino Rossi perdana jajal Sirkuit MandalikaDok. MGPA Valentino Rossi perdana jajal Sirkuit Mandalika

Saat menjalani tes motor Ducati MotoGP 850cc terbaru di Misano, performa Bulega juga mencuri perhatian.

Ia diklaim mampu mencatat waktu lebih baik dibanding pebalap penguji lain seperti Dani Pedrosa, Augusto Fernandez, hingga Lorenzo Savadori dalam kondisi suhu lintasan mencapai 62 derajat Celsius.

Selain itu, pengalaman panjang menggunakan ban Pirelli dinilai menjadi keuntungan tersendiri. Sebab, MotoGP akan menggunakan ban Pirelli mulai musim 2027.

“Saya merasa pantas mendapatkan kesempatan ini,” kata Bulega dikutip dari Speedweek, Jumat (29/5/2026)

Baca juga: Libur Panjang, Arus Kendaraan ke Trans-Jawa Mendominasi

“Saya menjalani debut di Superbike dua setengah tahun lalu dan sejak itu memenangi banyak balapan. Saya sudah menunjukkan bahwa saya adalah pebalap Superbike yang hebat, tentu dengan tim dan motor yang sangat bagus,” ujarnya.

Luca Marini saat diwawancara wartawan media nasional di BaliKOMPAS.com/Adityo Wisnu Luca Marini saat diwawancara wartawan media nasional di Bali

Karena itu, Bulega merasa saat ini menjadi momentum tepat untuk naik ke MotoGP.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau