Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang MotoGP Italia, Marc Marquez Fokus Kembalikan Mental Juara

Kompas.com, 29 Mei 2026, 07:42 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber MotoGP

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap tim pabrikan Ducati Lenovo, Marc Marquez, memastikan diri bakal turun pada seri MotoGP Italia di Sirkuit Mugello akhir pekan ini. Meski baru saja menjalani operasi, pebalap asal Spanyol tersebut memilih untuk tetap mengendarai motor ketimbang berdiam diri di rumah.

Marquez menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap balapan ini diambil setelah dirinya melakukan analisis mendalam bersama tim dokter dan fisioterapis pribadinya. Mantan juara dunia ini sadar betul bahwa kondisi fisiknya belum 100 persen pulih pasca-operasi.

"Kami paham, sekarang itu memang baru saja selesai operasi. Langkah yang paling tepat sekarang, kami butuh waktu," ujar Marquez dikutip dari transkrip wawancara resmi MotoGP, Jumat (29/5/2026).

Mengembalikan Mental

Pebalap dengan nomor start 93 ini menambahkan, pendekatan mental yang benar menjadi kunci utamanya saat ini. Dia tidak ingin terburu-buru dan memilih untuk meningkatkan performanya secara bertahap di setiap sesi.

Baca juga: Siap Balapan di Mugello, Marc Marquez Masih Khawatir Soal Cedera

Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026.AFP/MOHD RASFAN Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026.

"Waktu di atas motor, pakai pendekatan mental yang benar. Coba terus improve setiap sesi, ingat kalau ada akhir pekan lain ke depan (seri selanjutnya). Saya coba selangkah demi selangkah. Karena kalau alami cedera di saraf, butuh waktu untuk bisa normal lagi," kata dia.

Lebih lanjut, Marquez mengungkapkan bahwa masalah utama yang mengganggunya selama beberapa bulan belakangan bukanlah cedera kaki setelah MotoGP Perancis, melainkan area bahu. Cedera bahu tersebut kembali kambuh setelah dirinya mengalami kecelakaan fatal di Indonesia pada musim 2025 lalu.

"Kaki itu sepele, tapi lebih ke bahu. Ini yang membatasi saya selama balapan beberapa bulan ke belakang. Di 2025 saya bisa juara, tapi saat crash di Indonesia, kena bahu saya yang di mana itu titik terlemah saya," ucap Marquez.

Meskipun dokter menyatakan masalah sarafnya sudah teratasi pasca-operasi, Marquez mengaku rasa sakit yang sesungguhnya baru benar-benar menguji fisik ketika dia memacu motor Desmosedici GP andalannya di atas lintasan balap, bukan saat latihan biasa.

Baca juga: Penjualan BYD di Haka Auto Tembus 1.000 Unit per Bulan

Kendati demikian, Marquez menegaskan tidak takut untuk terus mencoba. Baginya, berdiam diri di rumah untuk pemulihan adalah pilihan yang mudah, namun dia memilih jalan yang lebih menantang demi mengembalikan kecepatan berkendaranya.

Menatap sisa musim ini, Marquez secara realistis mencoret target untuk memperebutkan gelar juara dunia. Saat ini, fokus utamanya adalah jangka panjang, yakni menyelamatkan karier balapnya di MotoGP.

"Kalau saya punya mental bisa juara tahun ini, saya akan cedera lagi. Jadi sekarang bukan itu yang tepat. Sekarang, mentalnya adalah rebuild my future (membangun kembali masa depan saya). Karena dengan balapan yang baik, saya bisa terus balapan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau