Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MotoGP 2027 Mau Pakai Satu Motor, Pedro Acosta Bereaksi Keras

Kompas.com, 29 Mei 2026, 06:42 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, mengkritik wacana penggunaan satu motor untuk setiap pebalap mulai musim 2027.

Aturan tersebut kabarnya sedang dipertimbangkan untuk menekan biaya operasional tim dan pabrikan. Namun, Acosta menilai kebijakan itu justru bisa merugikan pebalap sepanjang akhir pekan balapan.

Menurut pebalap asal Spanyol itu, tidak adanya motor cadangan membuat pebalap berisiko kehilangan banyak sesi jika mengalami kecelakaan.

Baca juga: Vespa GTS 250 Aman Tenggak Etanol, Segini Biaya Sekali Full Tank

Pedro Acosta saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025Dok. @37pedroacosta Pedro Acosta saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025

“Itu ide yang sangat buruk,” ujar Acosta dikutip dari GPone.com, Kamis (28/5/2026).

Acosta memahami upaya penyelenggara dan pabrikan untuk memangkas biaya. Meski begitu, ia menilai penggunaan satu motor akan menyulitkan tim ketika terjadi crash.

“Kalau Anda jatuh saat warm up, Anda mungkin tidak bisa balapan. Kalau crash di FP1, yang cukup mudah terjadi ketika belum memakai opsi ban terbaik, motor bisa rusak dan Anda tidak ikut sesi berikutnya,” kata Acosta.

Ia menjelaskan, motor MotoGP yang mengalami kerusakan parah tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat, sementara jadwal sesi balap berlangsung sangat padat.

Tidak Realistis

Menurut dia, mustahil bagi tiga mekanik untuk membangun ulang motor dari nol hanya dalam waktu sekitar tiga jam sebelum sesi berikutnya dimulai.

“Saya paham MotoGP itu mahal, tetapi tidak realistis jika tiga mekanik harus memperbaiki motor dalam tiga jam,” ujarnya.

Karena itu, Acosta menyarankan agar tim tetap diperbolehkan memiliki motor cadangan untuk kondisi darurat.

“Saya mungkin masih bisa memahami jika hanya satu motor dipakai dalam setiap sesi. Tetapi tim tetap harus memiliki motor cadangan lengkap untuk situasi seperti ini,” kata Acosta.

Baca juga: Siasati Kenaikan Solar, Ini Rahasia Efisiensi Mesin New Pajero Sport

 Andrea Dovizioso dan Johann Zarcotwitter.com/motogp Andrea Dovizioso dan Johann Zarco

Wacana penggunaan satu motor muncul seiring perubahan besar regulasi MotoGP 2027. Selain pengurangan kapasitas mesin menjadi 850 cc, aturan baru juga disebut bertujuan menekan biaya pengembangan motor dan operasional tim.

Meski demikian, usulan tersebut masih memicu pro dan kontra di paddock. Sejumlah pihak menilai aturan itu dapat membuat pebalap kehilangan kesempatan tampil akibat kerusakan motor setelah kecelakaan.

Acosta pun menegaskan, tanpa motor cadangan, akhir pekan balapan seorang pebalap bisa berakhir sejak hari pertama.

“Kalau tidak ada motor cadangan, akhir pekan Anda bisa selesai di hari pertama,” ujar Acosta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau