Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjualan BYD di Haka Auto Tembus 1.000 Unit per Bulan

Kompas.com, 28 Mei 2026, 18:14 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan mobil listrik BYD melalui jaringan diler Haka Auto terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bahkan, penjualan kendaraan listrik BYD di Haka Auto kini disebut sudah menembus ribuan unit per bulan.

CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan lonjakan penjualan mulai terasa sejak akhir 2025, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Baca juga: Chery Q vs Jaecoo J5 EV: Duel SUV Listrik China Rp 200 Jutaan

Diler BYD Haka Autokompas.com Diler BYD Haka Auto

“(Penjualan tahun ini, meningkat) jauh lah ya, karena kuartal 1 tahun lalu itu kan masih kecil. Penjualan modelnya kan masih sedikit, kami paling jual enggak sampai 500 unit sebulan ya. Sekarang kan sudah 1.000-an unit sebulan,” ujar Hariyadi di Jakarta (25/5/2026).

Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi cukup cepat setelah BYD mulai agresif menghadirkan berbagai model kendaraan listrik di Indonesia.

“Iya jadi memang lonjakan (penjualan mobil listrik) itu terjadi, ketika di akhir tahun kemarin. Jadi memang langsung jualan kami semua di BYD,” kata Hariyadi.

Baca juga: Simak, Begini Cara Bikin SIM Digital

Booth BYD di GJAW 2025dok.BYD Booth BYD di GJAW 2025

BYD Kian Dominasi Pasar EV

Tren positif penjualan di jaringan diler Haka Auto sejalan dengan performa BYD secara nasional. Pabrikan asal China tersebut terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia.

Hingga Mei 2026, BYD tercatat telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan di jalanan Indonesia secara akumulatif.

Baca juga: Eks Bos Ferrari Kritik Luce, Sebut Bahkan China Tidak Akan Meniru

BYD M6 DMKOMPAS.com/Ruly Kurniawan BYD M6 DM

Bahkan pada akhir 2025, BYD berhasil menguasai lebih dari 57 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Dominasi tersebut membuat BYD menjadi salah satu merek EV paling agresif berkembang di Tanah Air.

Keberhasilan itu tidak lepas dari strategi BYD menghadirkan lini produk yang lengkap di berbagai segmen. Mulai dari hatchback, sedan, SUV, hingga MPV listrik, semuanya mulai tersedia untuk pasar Indonesia.

Selain itu, kehadiran Denza sebagai merek premium elektrifikasi juga ikut memperluas jangkauan konsumen BYD.

Baca juga: BYD Dolphin PHEV Meluncur, Intip Tampilan dan Spesifikasinya

Diler BYD Indonesiadok.BYD Diler BYD Indonesia

Ekspansi Diler Jadi Kunci

Di sisi lain, pertumbuhan jaringan diler menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik BYD di Indonesia.

Haka Auto sendiri terus melakukan ekspansi cabang untuk mendekatkan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen di berbagai daerah.

Baca juga: Adu Skutik Rp 97 Jutaan, Vespa GTS Super Tech 250 Vs Honda Forza 250

Di tengah pertumbuhan pasar EV nasional, Denza D9 muncul sebagai salah satu model yang cukup menyita perhatian. KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Di tengah pertumbuhan pasar EV nasional, Denza D9 muncul sebagai salah satu model yang cukup menyita perhatian.

“Diler BYD kami sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang. Denza total sudah 4 cabang,” kata Hariyadi.

Dengan semakin luasnya jaringan diler, masyarakat kini dinilai lebih mudah mengenal teknologi kendaraan listrik, mencoba produk secara langsung, hingga mendapatkan layanan servis dan suku cadang.

Kondisi itu membuat Haka Auto diprediksi akan menjadi salah satu pemain penting dalam ekspansi BYD di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau