Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vespa GTS 250 Aman Tenggak Etanol, Segini Biaya Sekali Full Tank

Kompas.com, 28 Mei 2026, 16:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Piaggio Indonesia resmi merilis lini skuter matik premium terbarunya untuk pasar Tanah Air, yakni Vespa GTS Super Tech 250.

Kehadiran motor bermesin bongsor ini langsung menarik perhatian para pencinta skutik berkat performa mesin baru dan tampilannya yang semakin mapan.

Namun, di balik kecanggihan mesin High Performance Engine (HPE) 250 cc terbarunya, ada satu fakta menarik yang sangat krusial bagi pengendara di Indonesia.

Skutik premium berdarah Italia ini ternyata dikonfirmasi aman untuk mengonsumsi bahan bakar campuran nabati alias bioetanol.

Baca juga: Vespa Tahan Harga Sprint dan Primavera 180 Meski Dollar Naik

Vespa GTS Super Tech 250KOMPAS.com/FATHAN Vespa GTS Super Tech 250

Tentu ini menjadi angin segar, mengingat pemerintah Indonesia tengah gencar mendorong penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Irvan Henrianto, Technical Training Manager PT Piaggio Indonesia, menegaskan bahwa seluruh lini produk motor Vespa modern, termasuk GTS Super Tech 250, pada dasarnya sudah siap mengonsumsi bahan bakar bioetanol.

"Dan untuk bahan bakar, sebenarnya untuk semua motor kita itu kadar etanol maksimum di 10 persen," ujar Irvan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Siasati Kenaikan Solar, Ini Rahasia Efisiensi Mesin New Pajero Sport


Aman dengan Kondisi Bahan Bakar di Indonesia

Apabila merujuk pada regulasi dan bahan bakar yang beredar di pasar domestik saat ini, komitmen kelaikan mesin Vespa terhadap etanol tergolong sangat aman.

Sebagai contoh, produk Pertamax Green 95 yang dipasarkan oleh Pertamina memiliki kandungan campuran etanol sebesar 5 persen (E5). Angka ini masih jauh di bawah batas toleransi maksimal yang ditetapkan oleh pabrikan asal Italia tersebut.

"Jadi kalau dengan kondisi Indonesia yang sekarang ya, dengan katanya kemarin itu Pertamina etanolnya 3,5 persen sampai 5 persen, jadi motor kita sebenarnya aman dari sisi etanolnya," kata Irvan.

Dengan demikian, pemilik Vespa tidak perlu khawatir akan terjadinya kerusakan dini pada komponen tangki, selang, maupun sistem injeksi bahan bakar akibat sifat korosif dari zat alkohol (etanol).

Vespa GTS Super Tech 250KOMPAS.com/FATHAN Vespa GTS Super Tech 250

Rekomendasi Nilai Oktan (RON) dari Pabrikan

Meski toleran terhadap kandungan bioetanol hingga batas 10 persen, Piaggio Indonesia tetap memberikan catatan khusus mengenai bahan bakar yang direkomendasikan.

Pengendara sangat disarankan untuk memperhatikan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) bahan bakar yang dibeli agar kinerja mesin HPE tetap maksimal.

"Hingga untuk rekomendasi RON-nya saja yang kita memang direkomendasikan itu 95," kata Irvan.

Penggunaan bahan bensin dengan oktan RON 95 ke atas bertujuan untuk menjaga suhu kerja ruang bakar tetap stabil, mencegah gejala mesin mengelitik, serta menekan penumpukan sisa karbon pembakaran pada mesin berkubikasi murni 249 cc tersebut.

Vespa GTS Super Tech 250KOMPAS.com/FATHAN Vespa GTS Super Tech 250

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau