Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haka Auto Klaim Sumbang 20 Persen Penjualan BYD di Indonesia

Kompas.com, 28 Mei 2026, 09:22 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Jaringan diler menjadi salah satu faktor penting di balik pesatnya pertumbuhan BYD di Indonesia. Salah satu kontributor terbesar datang dari diler Haka Auto yang kini menjadi salah satu mitra penjualan utama BYD di Tanah Air.

CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan, pihaknya turut memegang peran penting dalam penetrasi BYD di Indonesia.

“Untuk secara umum (kontribusi penjualan di BYD) sekitar 20 persen, Denza sedikit lebih besar sekitar 25 persen,” ujar Hariyadi di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Ingat, Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Ditiadakan

Diler BYD Indonesiadok.BYD Diler BYD Indonesia

Menurut dia, kontribusi tersebut turut dipengaruhi oleh ekspansi jaringan diler yang terus dilakukan Haka Auto dalam beberapa waktu terakhir.

“Karena memang di BYD kan memang kontribusi itu tergantung juga jumlah cabang yang kami sudah buka,” ucap Hariyadi.

Salah Satu Grup Diler Terbesar

Hariyadi mengeklaim Haka Auto saat ini menjadi salah satu grup diler BYD terbesar di Indonesia, dan menempati posisi nomor dua dari sisi penjualan.

Ekspansi jaringan diler juga terus dilakukan untuk memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik BYD di berbagai daerah. Hingga saat ini, Haka Auto telah mengoperasikan puluhan cabang BYD di Indonesia.

Baca juga: Pengamat Soroti Mobil Mewah Isi Pertalite

Jaringan diler BYD IndonesiaKOMPAS.com/Ruly Kurniawan Jaringan diler BYD Indonesia

“BYD sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang. Denza total sudah 4 cabang,” kata Hariyadi.

Penambahan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional, terutama di tengah meningkatnya minat konsumen terhadap mobil elektrifikasi.

Selain memperluas akses konsumen terhadap produk, jaringan diler juga berperan dalam layanan purnajual, edukasi teknologi EV, hingga ketersediaan fasilitas servis dan pengisian daya.

Baca juga: Siasat Vespa Rombak Lini Mesin, GTS 250 Lebih Terjangkau

Booth BYD di IIMS 2026Kompas.com/Donny Booth BYD di IIMS 2026

BYD Dominasi Pasar EV Nasional

Di sisi lain, performa BYD di Indonesia memang terus menunjukkan tren positif sejak mulai agresif masuk pasar nasional. Hingga Mei 2026, BYD tercatat telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan di jalanan Indonesia secara akumulatif.

Pabrikan asal China tersebut bahkan berhasil mendominasi pasar kendaraan listrik nasional dengan pangsa pasar lebih dari 57 persen pada akhir 2025.

Baca juga: Suzuki Fronx Berbahan Bakar 100 Persen Etanol Siap Meluncur

MPV listrik Denza D9 di diler Haka Auto, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).KOMPAS.com/DIO DANANJAYA MPV listrik Denza D9 di diler Haka Auto, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Dominasi itu tidak lepas dari strategi agresif BYD dan Denza dalam menghadirkan berbagai model EV di beragam segmen, mulai dari hatchback, sedan, SUV, hingga MPV listrik.

Dukungan jaringan diler yang semakin luas juga menjadi salah satu kunci memperkuat penetrasi pasar.

Dengan pertumbuhan jaringan dan kontribusi penjualan yang terus meningkat, Haka Auto tampaknya akan menjadi salah satu pemain penting dalam ekspansi BYD di pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa tahun ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau