Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Idul Adha, Bapanas Percepat Intervensi Stabilisasi Harga Pangan

Kompas.com, 1 Juni 2026, 13:46 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah terus mempercepat berbagai program intervensi pangan usai hari raya Idul Adha 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus melindungi produsen pangan.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kondisi harga pangan secara nasional masih relatif terkendali setelah momentum hari besar keagamaan tersebut.

Menurut dia, indikator pengendalian harga dapat dilihat dari perkembangan inflasi nasional yang menunjukkan tren positif.

Baca juga: Kementan: Mafia Pangan Ambil Kesempatan Saat Ada Kebijakan Besar

Kondisi Pasar Kebalen di Kota Malang, Jawa Timur sepi pembeli menandakan daya beli masyarakat menurun saat harga kebutuhan pokok merangkak naik pada Kamis (21/5/2026).KOMPAS.com/ PUTU AYU PRATAMA SUGIYO Kondisi Pasar Kebalen di Kota Malang, Jawa Timur sepi pembeli menandakan daya beli masyarakat menurun saat harga kebutuhan pokok merangkak naik pada Kamis (21/5/2026).

"Tentu kita mengacu pada data BPS bahwa di bulan April kemarin, inflasi kita turun. Secara nasional artinya kondisi harga terkendali," ujar pria yang akrab disapa Maino itu dalam keterangannya, dikutip pada Senin (1/6/2026).

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati dinamika harga pangan yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu faktor yang masih menjadi perhatian adalah distribusi pangan yang belum merata.

"Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode (panen) waktunya tentunya juga berbeda-beda antarwilayah," kata Maino.

Sejumlah komoditas masih sesuai acuan harga

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per 29 Mei 2026 atau dua hari setelah Idul Adha, sejumlah komoditas pangan strategis tercatat masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Baca juga: APTRI: Gula Harus Masuk Bantuan Pangan, Petani Butuh Kesejahteraan

Harga beras medium secara nasional berada di level Rp 13.456 per kilogram atau turun tipis 0,19 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026). Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp 38.385 per kilogram dan telur ayam ras Rp 29.469 per kilogram. Kedua komoditas tersebut masih berada di bawah batas HAP yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun, beberapa komoditas hortikultura masih mengalami tekanan harga.

Harga bawang merah tercatat mencapai Rp 47.185 per kilogram atau berada di atas HAP tertinggi sebesar Rp 41.500 per kilogram.

Baca juga: Pemerintah Tambah Bantuan Pangan di Masa El Nino, Isinya Beras 10 Kg

Sementara harga cabai merah keriting mencapai Rp 60.638 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan HAP tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 55.000 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit merah juga masih menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena fluktuasi harganya yang relatif tinggi.

Stabilitas harga tak hanya untuk konsumen

Maino menegaskan, kebijakan stabilisasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sebagai konsumen.

Pemerintah juga berupaya memastikan produsen memperoleh harga yang layak agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Baca juga: Dampak Pelemahan Rupiah ke Masyarakat: Harga Pangan hingga Risiko PHK

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau