Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah terus mempercepat berbagai program intervensi pangan usai hari raya Idul Adha 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus melindungi produsen pangan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kondisi harga pangan secara nasional masih relatif terkendali setelah momentum hari besar keagamaan tersebut.
Menurut dia, indikator pengendalian harga dapat dilihat dari perkembangan inflasi nasional yang menunjukkan tren positif.
Baca juga: Kementan: Mafia Pangan Ambil Kesempatan Saat Ada Kebijakan Besar
Kondisi Pasar Kebalen di Kota Malang, Jawa Timur sepi pembeli menandakan daya beli masyarakat menurun saat harga kebutuhan pokok merangkak naik pada Kamis (21/5/2026)."Tentu kita mengacu pada data BPS bahwa di bulan April kemarin, inflasi kita turun. Secara nasional artinya kondisi harga terkendali," ujar pria yang akrab disapa Maino itu dalam keterangannya, dikutip pada Senin (1/6/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap mencermati dinamika harga pangan yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu faktor yang masih menjadi perhatian adalah distribusi pangan yang belum merata.
"Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode (panen) waktunya tentunya juga berbeda-beda antarwilayah," kata Maino.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per 29 Mei 2026 atau dua hari setelah Idul Adha, sejumlah komoditas pangan strategis tercatat masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
Baca juga: APTRI: Gula Harus Masuk Bantuan Pangan, Petani Butuh Kesejahteraan
Harga beras medium secara nasional berada di level Rp 13.456 per kilogram atau turun tipis 0,19 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.
Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp 38.385 per kilogram dan telur ayam ras Rp 29.469 per kilogram. Kedua komoditas tersebut masih berada di bawah batas HAP yang telah ditetapkan pemerintah.
Namun, beberapa komoditas hortikultura masih mengalami tekanan harga.
Harga bawang merah tercatat mencapai Rp 47.185 per kilogram atau berada di atas HAP tertinggi sebesar Rp 41.500 per kilogram.
Baca juga: Pemerintah Tambah Bantuan Pangan di Masa El Nino, Isinya Beras 10 Kg
Sementara harga cabai merah keriting mencapai Rp 60.638 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan HAP tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 55.000 per kilogram.
Selain itu, cabai rawit merah juga masih menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena fluktuasi harganya yang relatif tinggi.
Maino menegaskan, kebijakan stabilisasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sebagai konsumen.
Pemerintah juga berupaya memastikan produsen memperoleh harga yang layak agar kegiatan produksi tetap berjalan.
Baca juga: Dampak Pelemahan Rupiah ke Masyarakat: Harga Pangan hingga Risiko PHK