Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekspansi Mixue di Indonesia: Serap 12.800 Pekerja Lokal, Sokong 20.000 Jasa Rantai Pasok

Kompas.com, 1 Juni 2026, 12:23 WIB
Reni Susanti,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2020, jaringan gerai es krim dan teh asal China, Mixue, mencatatkan ekspansi bisnis yang masif melalui skema kemitraan.

Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga lokal membuka gerai Mixue di berbagai wilayah Nusantara.

Bahkan Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi Mixue di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Siapa Pendiri Mixue, Jaringan Restoran Cepat Saji Terbesar Dunia?

Ilustrasi gerai bubble tea dan es krim Mixue.WIKIMEDIA COMMONS/BAQOTUN0023 Ilustrasi gerai bubble tea dan es krim Mixue.

Ekspansi agresif ini tidak hanya memperkuat penetrasi pasar mereka, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional di tengah pemulihan ekonomi.

Head of Public Relations Mixue Southeast Asia Region, Alexs B, mengungkapkan bahwa ekosistem bisnis yang mereka bangun saat ini telah menyerap belasan ribu tenaga kerja secara langsung.

"Saat ini, gerai-gerai Mixue di Indonesia secara langsung menyediakan sekitar 12.800 posisi pekerjaan, dengan lebih dari 96 persen tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal," ujar Alexs dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Efek domino rantai pasok lokal

Di luar penyerapan tenaga kerja di dalam gerai, model bisnis Mixue turut menciptakan multiplier effect (efek domino) ekonomi melalui ekosistem rantai pasok lokal yang mereka bangun.

Baca juga: Bukan McD atau KFC, Mixue Jaringan Restoran Fast Food Terbesar di Dunia

Rantai pasok ini mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam negeri, mulai dari industri pengolahan bahan baku, logistik antarkota, jasa konstruksi dan renovasi gerai, hingga produksi kemasan serta material operasional.

Aktivitas ekonomi yang bergerak di sepanjang rantai pasok tersebut diklaim berhasil membuka puluhan ribu peluang kerja baru di sektor-sektor terkait.

Ilustrasi es krim Mixue. shutterstock/Karim Jabbar Ilustrasi es krim Mixue.

"Aktivitas ekonomi yang tercipta dari rantai pasok ini secara tidak langsung mendukung lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan tambahan," kata Alexs.

Keberlangsungan usaha di atas rata-rata industri

Meski jumlah gerai tumbuh menjamur dalam waktu relatif singkat, manajemen mengeklaim kinerja operasional kemitraan mereka berada dalam kondisi yang sehat.

Baca juga: Mixue Buka Gerai Pertama di AS, Tandai Ekspansi di Amerika Utara

Dukungan ekosistem diklaim membuat tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) para mitra berada di atas rata-rata industri sejenis.

Kehadiran model bisnis ini dinilai memberi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi skala mikro dan kecil di daerah, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk mulai berwirausaha.

Melalui pendekatan yang berbasis pada komunitas, Mixue berambisi untuk tidak sekadar dikenal sebagai jaringan minuman terbesar, melainkan juga sebagai penanam modal asing dengan reputasi sosial yang kuat.

"Melalui pendekatan yang dekat dengan komunitas, Mixue terus berupaya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus tumbuh bersama Indonesia," pungkas Alexs.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Ekspor Ferro Nikel Diatur, Airlangga Sebut Ekosistem EV Tetap Aman
Ekspor Ferro Nikel Diatur, Airlangga Sebut Ekosistem EV Tetap Aman
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau