KOMPAS.com - Hari ini, Jumat (22/5/2026), saham SoftBank Group melanjutkan reli dengan menguat 12 persen pada penutupan perdagangan terakhir, mengikuti penguatan saham teknologi global yang dipicu lonjakan saham Arm Holdings dalam dua sesi perdagangan sebelumnya di bursa Amerika Serikat.
Kenaikan dipicu para investor masuk ke perdagangan Artificial Inteligence (AI) bersamaan momentum kenaikan pendapatan Nvidia.
SoftBank berinvestasi besar di OpenAI, Arm Holdings, hingga T-Mobile US.
Baca juga: IHSG Anjlok Hampir 30 Persen YTD, Saham Murah Mulai Diburu Investor Domestik
"Reli saham Softbank juga didorong oleh kenaikan tajam saham Arm Holdings, di mana perusahaan Jepang tersebut memegang saham mayoritas. Saham Arm naik lebih dari 16 persen semalam, setelah memperoleh lebih dari 15% pada sesi sebelumnya," lapor CNBC, Jumat (22/5/2026).
Saham OpenAI yang terus menerus merangkak naik mendorong investor menanamkan modal ke sana.
Diketahui, SoftBank menginvestasikan lebih dari 30 miliar dollar AS (sekitar Rp 529,4 triliun) dan mendapatkan keuntungan terkait sebesar 45 miliar dollar AS (Rp 794,5 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 lalu.
Baca juga: IHSG Jumat (22/5/ Diprediksi Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham TLKM, CPIN Hingga HMSP
Para trader Polymarket memprediksi valuasi saham OpenAI, Anthropic, dan SpaceX di pasar publik di atas 1,4 triliun dollar AS (Rp 24,72 kuadriliun).
SpaceX merencanakan Initial Public Offering (IPO) perdana ke masyarakat umum yang diperkirakan terjadi pada 11 Juni 2026 di Nasdaq.
OpenAI paling ditunggu, sebab mereka tengah membahas pula kemungkinan IPO.
Baca juga: BUMN Ekspor Hadir, Saham PTBA hingga ANTM Bisa Ketiban Cuan
Meski demikian, OpenAI mengajukan dokumen IPO rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC) badan independen Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai regulator utama pasar saham di sana. Perannya mirip Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
IPO OpenAI berpotensi menggeser Barkshire Hathaway, perusahaan holding multinasional yang dimiliki Warren Buffet.
"Sejumlah besar IPO teknologi akan segera terjadi dan para pedagang memperkirakan IPO tersebut akan menggeser Warren Buffett pada hari pertama perdagangan mereka," lapor CNBC.
Baca juga: Indocement (INTP) Tebar Dividen Rp 1,54 Triliun, Setara Rp 468 per Lembar Saham
Selain OpenAI dan SpaceX, Anthropic juga hendak melakukan yang sama, ketiganya diprediksi menarik berbagai investor masuk.
SpaceX dihargai 1,25 triliun dollar AS (Rp 22,06 kuadriliun) pada bulan Februari 2026, dan para trader Polymarket memperkirakan ada peluang 56 persen bahwa saham tersebut akan ditutup di atas 2,2 triliun dollar AS (Rp38,8 kuadriliun) pada hari perdagangan pertamanya.
OpenAI terakhir kali dihargai 852 miliar dollar AS (Rp 15,04 triliun) dan para trader memperkirakan ada peluang 65 persen bahwa saham tersebut akan berakhir di atas $1,4 triliun (Rp 24,71 kuadriliun) pada hari perdagangan publik pertamanya.
Para trader memperkirakan peluang sebesar 47 persen bahwa Anthropic akan ditutup di atas 1,8 triliun dollar AS (Rp31,7 kuadriliun) pada hari pertama perdagangan publiknya.
Baca juga: JSMR Bagi Dividen Rp 156,2 Per Saham, Bisnis Tol Masih Tumbuh Positif
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang