Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Anjlok Hampir 30 Persen YTD, Saham Murah Mulai Diburu Investor Domestik

Kompas.com, 22 Mei 2026, 08:02 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga hampir 30 persen sepanjang tahun berjalan (YTD) mulai membuka peluang masuknya aksi beli selektif dari investor domestik.

Setelah tekanan jual besar-besaran dan derasnya arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia, sejumlah saham kini dinilai sudah berada di level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG sudah berada dalam kondisi extremely oversold atau jenuh jual ekstrem setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: IHSG Jumat (22/5/ Diprediksi Rawan Koreksi, Ritel Bisa Cermati Saham TLKM, CPIN Hingga HMSP

Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) mulai menunjukkan positive divergence sesudah indeks berhasil menguji target “wave 5/A alt”. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan pelemahan mulai terbatas dan peluang terjadinya technical rebound secara bertahap mulai terbuka.

“IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold dan menunjukkan positive divergence berdasarkan indikator RSI setelah berhasil menguji target “wave 5 / A alt.”. Diharapkan fase pelemahan terbatas mulai terjadi,” ujar Nafan, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, setelah kejatuhan IHSG pada perdagangan sebelumnya, banyak saham kini diperdagangkan pada level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued.

Baca juga: IHSG Dibayangi Isu BUMN Ekspor, Bagaimana Pergerakan Bursa Jumat (22/5)?

Situasi itu dinilai berpotensi memicu minat beli selektif dari investor institusi domestik seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi untuk melakukan akumulasi bertahap atau bottom fishing dengan memanfaatkan harga saham yang sudah terdiskon akibat aksi panic selling di pasar.

“Berbagai saham yang berada di level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued, sehingga kondisi ini berpotensi memicu minat beli selektif dari investor institusi domestic, baik dana pensiun dan Asuransi, untuk melakukan akumulasi bertahap atau bottom fishing, dengan memanfaatkan harga diskon pasca-panic selling,” paparnya.

Baca juga: Penyebab IHSG Ambruk Saat Bursa Asia Hijau: Sentimen BUMN Ekspor dan Suku Bunga BI

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau