Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buana Finance Bakal Masuk Ke Bisnis Syariah, Bidik Penyaluran Pembiayaan Rp 4,75 Triliun

Kompas.com, 18 Mei 2026, 21:53 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan multifinance PT Buana Finance Tbk (BBLD) akan mengembangkan bisnis dengan mendirikan unit usaha syariah (UUS).

Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Senin, (18/5/2025).

Direktur marketing Buana Finance Herman Lesmana mengatakan, UUS Buana Finance akan fokus ke sektor business-to-business (B2B).

"Potensi masyarakat Indonesia yang menggunakan syariah itu sebenarnya opportunity-nya besar, cuma penggunanya masih cukup sedikit," ujar dia dalam konferensi pers, Senin (18/5/2026).

Baca juga: OJK Siapkan Langkah Khusus Jaga Kredibilitas Keuangan Syariah

Ia menambahkan, saat ini baru sebanyak 12 persen masyarakat yang menggunakan produk keuangan syariah dari potensi sebesar 45 persen yang memahami produk syariah.

"Semoga nanti DPS (Dewan Pengawas Syariah) memang sudah dapat izin dari regulator, sehingga kami bisa menjalani sekitar di kuartal III-2026," ungkap dia.

Secara umum, Buana Finance menargetkan pembiayaan keseluruhan dapat naik 10,66 persen secara tahunan dari realisasi 2025 senilai Rp 4,29 triliun menjadi Rp 4,75 triliun.

"Terbagi dari memang keseluruhan penyaluran pembiayaan yang tentunya di dalamnya ada multiguna yaitu refinancing, itu akan kami tingkatkan, kenaikan 16,89 persen," ucap dia.

Dalam menjalankan bisnis sepanjang 2026, Buana Finance akan menerapkan prinsip bijaksana dan berhati-hati untuk menjaga kualitas portofolio. Dari bisnis refinancing, Buana Finance menargetkan pembiayaan mencapai Rp 3,63 triliun hingga akhir 2026, dibandingkan realisasi 2025 senilai Rp 3,01 triliun.

Porsi pembiayaan refinancing saat ini lebih besar dari pembiayaan konsumen dan kendaraan baru. "Kami fokuskan ke refinancing atau multiguna dengan memfokuskan kepada track record yang sebelumnya maupun kondisi kapasitas daripada calon debitur kami," ungkap dia.

Target kinerja Buana Finance 2026

Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi menjelaskan, Buana Finance menargetkan pada 2026 mampu mengumpulkan target pembiayaan senilai Rp 4,75 triliun dengan total aset Rp 7,59 triliun.

Penyaluran pembiayaan dibidik mampu naik 10,66 persen secara tahunan dibandingkan kinerja 2025.

Jumlah ekuitas Buana Finance ditargetkan mampu menyentuh Rp 1,4 triliun dengan laba bersih Rp 44,61 miliar. "Ini telah memperhitungkan dengan unit usaha syariah yang sedang kami usahakan," ungkap dia.

Mariana berharap UUS Buana Finance tersebut dapat resmi berjalan pada kuartal II atau kuartal III-2026.

Buana Finance juga tengah berupaya menurunkan tingkat pembiayaan bermasalah ke level 2,61 persen di akhir 2026. "Dengan ekspektasi ini, masih cukup banyak PR dari manajemen perusahaan yang tentunya kita memfokuskan dari sisi kualitas piutang pembiayaan di tahun 2026 untuk meningkatkan return of equity," ungkap dia.

Halaman:


Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau