Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semangat Kartini Hidup, Makin Banyak Perempuan Jadi Pemimpin Industri Energi

Kompas.com, 25 April 2026, 11:16 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Semangat Kartini kini tak lagi sekadar diperingati, tetapi mulai terasa dalam perubahan nyata di dunia kerja. Di industri energi, perempuan kian banyak menempati posisi kepemimpinan, membuka ruang yang lebih setara di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.

Di Jakarta, Jumat (24/4/2026), MedcoEnergi memperingati Hari Kartini 2026 melalui Konser Keabadian Kartini bertajuk “Cita-cita, Harapan, Aspirasi” di Soehanna Hall, The Energy Jakarta.

Malam itu bukan sekadar seremoni. Para tamu memilih hadir di penghujung pekan, dalam sebuah ruang yang menghadirkan ulang gagasan Kartini lewat pengalaman perempuan-perempuan yang bekerja langsung di industri energi.

Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Panigoro, dalam sambutan pembukaan acara, menilai peringatan Kartini selama ini kerap berhenti pada simbol.

"Kartini tidak minta izin untuk jadi pintar. Ia minta hak untuk menjadi manusia seutuhnya," ujar Yani, yang juga alumni Teknik Elektro ITB ini.

Baca juga: Yani Panigoro Ungkap Peran Kader Perempuan dalam Tekan Kasus TBC

Ia menegaskan, perjuangan Kartini bukan soal atribut seperti kebaya, melainkan hak dasar untuk berpikir, belajar, dan berpendapat, yang pada zamannya bukan hal sederhana.

Berangkat dari pengalamannya lebih dari tiga dekade di industri energi, Yani melihat ruang bagi perempuan tidak hadir dengan sendirinya.

"Yang membuka ruang itu bukan belas kasihan. Yang membuka ruang itu adalah kompetensi, keberanian, dan tidak mau diam. Itu Kartini," tegasnya.

"Dan itu yang saya lihat setiap hari di MedcoEnergi."

Baca juga: Yani Panigoro Ungkap Kesetaraan Pendidikan Buka Jalan Perempuan Berkarya

Bukan sekadar simbol, tapi sistem

Saat ini, lebih dari 20 persen posisi pemimpin di MedcoEnergi diisi oleh perempuan. Angka ini menjadi salah satu indikator perubahan di industri energi global yang masih didominasi laki-laki.

Menurut Yani, capaian tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem yang dibangun secara sadar oleh perusahaan.

"Di MedcoEnergi, kami tidak hanya percaya, kami membangun sistemnya."

Perusahaan menjalankan berbagai inisiatif, seperti program Women at Work untuk pengembangan karier perempuan di jalur teknis maupun non-teknis, fasilitas daycare dan nursery room di kantor serta wilayah operasi, serta Program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak di area operasional.

Seluruh program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa perempuan tidak harus dihadapkan pada pilihan antara karier dan kehidupan pribadi.

Baca juga: Dari Laut Sumatera hingga Riau, Perempuan Ikut Menjaga Pasokan Energi Nasional

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau