Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiba-tiba Tak Dapat Bansos April 2026? Ini Penyebab Nama Dicoret dari PKH-BPNT

Kompas.com, 25 April 2026, 10:34 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com – Pencairan bantuan sosial (bansos) tahap 2 tahun 2026 telah dimulai sejak pekan kedua April.

Sebanyak 11.014 penerima dipastikan tidak lagi mendapatkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada April 2026.

Banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa nama bisa tiba-tiba hilang dari daftar bansos? Padahal sebelumnya rutin menerima bantuan.

Pemerintah menegaskan, perubahan ini bukan tanpa alasan. Pencoretan dilakukan agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Baca juga: Tabel KUR BRI April 2026 Pinjaman Rp 70 Juta, Cicilan Mulai Rp 1,3 Jutaan per Bulan, Cek Simulasinya

11.014 penerima dicoret, ini alasannya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar menjelaskan, penghapusan penerima bansos terjadi karena adanya temuan bahwa sebagian masyarakat sudah tidak lagi memenuhi kriteria.

"Kami sudah membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos, kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang," ujar Amalia, Rabu (1/4/2026).

Kondisi ini dikenal sebagai inclusion error, yakni kesalahan data ketika seseorang masih menerima bantuan padahal secara ekonomi sudah tidak layak.

Baca juga: Cara Cek Desil Bansos Online April 2026, Masukkan NIK KTP, Langsung Muncul Statusnya

Penyebab tidak lagi dapat bansos

Ada beberapa faktor utama yang membuat seseorang tidak lagi menerima bansos PKH maupun BPNT. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Kondisi ekonomi meningkat

Jika kondisi ekonomi membaik dan masuk kategori menengah, maka status penerima otomatis bisa dicoret.

Penerima yang berada di desil 6–10 (kelas menengah ke atas) tidak lagi menjadi prioritas bansos.

Baca juga: Pencairan Bansos April 2026 Dimulai: Cek Daftar Penerima yang Dicoret di Wilayah Anda

2. Data bansos bersifat dinamis

Perubahan penerima bansos adalah hal yang wajar karena data terus diperbarui.

Ditegaskan bahwa ada masyarakat yang sebelumnya tidak menerima kini justru mendapatkan bansos, dan sebaliknya.

3. Hasil verifikasi dan validasi terbaru

Pemerintah rutin melakukan pengecekan ulang data penerima. Jika hasil verifikasi menunjukkan ketidaksesuaian, maka bansos bisa dihentikan.

Baca juga: Cara Daftar Antrean KJP 2026 Online Lewat HP, Ini Link Resmi dan Syaratnya

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau