Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minat Investasi Emas Naik, Pembiayaan Flexi Gold Bank Mega Syariah Naik 756 Persen

Kompas.com, 24 April 2026, 14:46 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian geopolitik global yang berlanjut hingga 2026 mendorong minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang.

Tren tersebut tercermin baik secara global maupun domestik, seiring meningkatnya permintaan emas di tengah volatilitas ekonomi dan pasar keuangan.

World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir, salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 24 April 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS

Ilustrasi emas. Freepik Ilustrasi emas.

Di Indonesia, kecenderungan itu juga terlihat dari preferensi investor ritel. Survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends menunjukkan instrumen berbasis emas dan aset fisik menjadi pilihan utama masyarakat pada 2025.

Perhiasan dipilih oleh 67 persen responden, diikuti logam mulia atau emas sebesar 66 persen, serta properti 63 persen.

Sementara itu, survei Populix pada Januari 2026 menunjukkan emas menjadi instrumen investasi paling dominan dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen.

Angka itu jauh di atas uang tunai yang berada di posisi kedua sebesar 7 persen, diikuti properti atau real estate 6 persen, saham 3 persen, obligasi 2 persen, serta kripto dan valuta asing yang masing-masing 1 persen.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 24 April 2026, Buyback Turun

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, profil investasi emas saat ini mengalami perubahan signifikan, dari sekadar instrumen pelengkap menjadi bagian utama strategi investasi jangka panjang.

Menurut dia, emas memiliki karakteristik sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi, sekaligus mampu menjaga daya beli dan stabilitas nilai aset.

Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” ujar Benadicto dalam siaran pers, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dibandingkan instrumen berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 24 April 2026 Stabil, Wajib Tahu Sebelum Beli

Di tengah tren tersebut, Bank Mega Syariah memperluas akses investasi emas melalui produk pembiayaan emas Flexi Gold.

Produk ini menawarkan skema pembiayaan dengan tenor satu hingga lima tahun serta pilihan gramasi mulai 5 gram hingga 100 gram untuk kepemilikan emas logam mulia 24 karat secara bertahap.

Bank Mega Syariah menyebut Flexi Gold dirancang sesuai prinsip syariah dan telah memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah, dengan mengacu pada sejumlah fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, dan akad murabahah.

Di sisi kinerja, produk pembiayaan emas tersebut mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 756 persen dibandingkan posisi Desember 2025.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026 Turun Lagi, Cek Rinciannya

Minat terhadap produk ini disebut cukup tinggi di Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa serta Sumatera. Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan porsi 41,79 persen dari total nilai booking nasional, disusul Tangerang sebesar 14,08 persen dan Palembang 7,15 persen.

Selain itu, pembiayaan Flexi Gold juga diminati di Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta Medan dan sekitarnya, yang secara akumulatif mencakup sisa 36,98 persen dari total portofolio pembiayaan emas perseroan.

Bank Mega Syariah menilai tren investasi emas masih berpotensi berlanjut seiring dinamika global dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi investasi serta perlindungan nilai aset.

“Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan yang ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas,” tambah Benadicto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau