Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian geopolitik global yang berlanjut hingga 2026 mendorong minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang.
Tren tersebut tercermin baik secara global maupun domestik, seiring meningkatnya permintaan emas di tengah volatilitas ekonomi dan pasar keuangan.
World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir, salah satu level tertinggi sepanjang sejarah.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 24 April 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
Ilustrasi emas. Di Indonesia, kecenderungan itu juga terlihat dari preferensi investor ritel. Survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends menunjukkan instrumen berbasis emas dan aset fisik menjadi pilihan utama masyarakat pada 2025.
Perhiasan dipilih oleh 67 persen responden, diikuti logam mulia atau emas sebesar 66 persen, serta properti 63 persen.
Sementara itu, survei Populix pada Januari 2026 menunjukkan emas menjadi instrumen investasi paling dominan dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen.
Angka itu jauh di atas uang tunai yang berada di posisi kedua sebesar 7 persen, diikuti properti atau real estate 6 persen, saham 3 persen, obligasi 2 persen, serta kripto dan valuta asing yang masing-masing 1 persen.
Baca juga: Rincian Harga Emas Antam di Pegadaian 24 April 2026, Buyback Turun
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, profil investasi emas saat ini mengalami perubahan signifikan, dari sekadar instrumen pelengkap menjadi bagian utama strategi investasi jangka panjang.
Menurut dia, emas memiliki karakteristik sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi, sekaligus mampu menjaga daya beli dan stabilitas nilai aset.
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. “Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” ujar Benadicto dalam siaran pers, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, emas juga dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dibandingkan instrumen berisiko tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 24 April 2026 Stabil, Wajib Tahu Sebelum Beli
Di tengah tren tersebut, Bank Mega Syariah memperluas akses investasi emas melalui produk pembiayaan emas Flexi Gold.
Produk ini menawarkan skema pembiayaan dengan tenor satu hingga lima tahun serta pilihan gramasi mulai 5 gram hingga 100 gram untuk kepemilikan emas logam mulia 24 karat secara bertahap.
Bank Mega Syariah menyebut Flexi Gold dirancang sesuai prinsip syariah dan telah memperoleh persetujuan Dewan Pengawas Syariah, dengan mengacu pada sejumlah fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait jual beli emas, pembiayaan berbasis rahn, dan akad murabahah.
Di sisi kinerja, produk pembiayaan emas tersebut mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 756 persen dibandingkan posisi Desember 2025.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026 Turun Lagi, Cek Rinciannya
Minat terhadap produk ini disebut cukup tinggi di Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa serta Sumatera. Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan porsi 41,79 persen dari total nilai booking nasional, disusul Tangerang sebesar 14,08 persen dan Palembang 7,15 persen.
Selain itu, pembiayaan Flexi Gold juga diminati di Bandung, Semarang, Depok, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta Medan dan sekitarnya, yang secara akumulatif mencakup sisa 36,98 persen dari total portofolio pembiayaan emas perseroan.
Bank Mega Syariah menilai tren investasi emas masih berpotensi berlanjut seiring dinamika global dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi investasi serta perlindungan nilai aset.
“Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan yang ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas,” tambah Benadicto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang