Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Naik 0,56 Persen, Investor Bisa Ikuti Asing Rotasi ke Energi dan Waspadai Saham Bank

Kompas.com, 14 April 2026, 07:42 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/4/2026). Indeks naik 0,56 persen ke level 7.500,187.

Kenaikan IHSG didorong oleh aksi beli (net buy) investor asing, terutama pada saham sektor energi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 396,77 miliar di seluruh pasar.

Di pasar reguler, beli bersih asing bahkan mencapai Rp 626,14 miliar, meski di pasar tunai dan negosiasi tercatat net sell alias jual bersih Rp 229,36 miliar.

Aksi akumulasi asing terlihat dominan pada sejumlah saham. PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi incaran utama dengan net buy Rp 135,2 miliar, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp 132 miliar, serta PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 76,3 miliar.

Di sisi lain, investor asing justru melepas sejumlah saham perbankan dan teknologi. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell terbesar, yakni Rp 201,4 miliar. Tekanan jual juga terjadi pada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 99,5 miliar dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) senilai Rp 64,4 miliar.

Baca juga: Bersih-bersih BEI Bakal Delisting 18 Saham, Bos Bursa: Jadi Early Warning buat Investor

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG pada awal pekan ini menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah tekanan global yang meningkat.

“IHSG berhasil ditutup menguat 0,56 persen ke level 7.500, sebuah capaian yang cukup menarik mengingat mayoritas bursa Asia dan Eropa justru bergerak melemah akibat memanasnya kembali tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran,” ujar Hendra kepada Kompas.com.

Menurutnya, aliran dana asing yang masih mencatatkan net buy sebesar Rp 626 miliar menjadi penopang utama, ditambah rupiah yang memberikan sentimen positif bagi pasar domestik, meski masih di posisi di atas Rp 17.000 per dollar AS.

“Hal ini mencerminkan bahwa secara fundamental, investor masih melihat Indonesia sebagai pasar yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global,” paparnya.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Sideways, Saham Energi Jadi Motor, Cermati PGAS, ELSA, ADRO

Di balik penguatan IHSG tersebut, terdapat dinamika global yang cukup krusial. Gagalnya perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih panjang, terutama dengan adanya rencana blokade Selat Hormuz oleh AS.

Kondisi ini langsung berdampak pada lonjakan harga minyak dunia yang menembus level 100 dollar AS per barrel, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global.

Dampak lanjutannya, ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral global seperti The Fed berpotensi tertunda, bahkan membuka ruang kebijakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Inilah yang kemudian menekan mayoritas pasar saham global serta memicu pelemahan sektor-sektor sensitif suku bunga.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,56 Persen ke 7.500, Sektor Energi Perkasa

Dari sisi sektoral, terlihat jelas adanya rotasi dana ke saham-saham berbasis komoditas, khususnya sektor energi yang melonjak signifikan hingga 2,64 persen. Saham-saham seperti MEDC, ELSA, INDY, hingga ADRO menjadi motor utama, seiring meningkatnya ekspektasi kinerja akibat kenaikan harga minyak.

Sebaliknya, sektor keuangan justru mengalami tekanan cukup dalam, dengan pelemahan pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBNI. Hendra memandang hal itu menggambarkan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga yang dapat menekan pertumbuhan kredit, serta meningkatkan cost of fund.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau