Editor Travel & Food
Pelatihan ini memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi berbasis komunitas.
Pemerintah Desa Tewang Panjang juga memberikan dukungan penuh. Sekretaris Desa, Manuel Mangundap, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi nyata mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami cara menghadapi banjir serta mengenal inovasi rumah amfibi sebagai solusi hunian adaptif. Kami melihat antusiasme warga yang tinggi dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Terima kasih kepada seluruh tim mahasiswa yang telah berkontribusi nyata bagi kemajuan Desa Tewang Panjang,” ujarnya.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan, mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kedekatan dan interaksi langsung dengan warga sebagai wujud pengabdian ilmiah.
Pengenalan Ark’a Modulam, pelatihan mitigasi bencana, dan penguatan kapasitas pemuda desa menjadi satu kesatuan yang menciptakan dampak jangka panjang bagi ketangguhan Desa Tewang Panjang. Kolaborasi antara universitas, masyarakat, dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi model pengabdian berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya di Kalimantan Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang