Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ITB Akui Prihantini sebagai Alumnus, Kecam Dugaan Manipulasi Riset

Kompas.com, 28 Mei 2026, 19:39 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) Tak menampik bila salah satu oknum manipulasi riset bernama Prihantini adalah alumnusnya.

Nama Prihantini, diduga melakukan fraud atau manipulasi riset dalam sebuah konferensi internasional. Bahkan mendapatkan travel grant atau pembiayaan penelitian lebih dari 100 kali.

“Saudari Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022,” tulis pihak ITB dari laman resminya yang dikutip pada Kamis (28/5/2026).

Kedok Prihantini terbongkar saat ia mengikuti konferensi internasional Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 17-21 Mei di Kopenhagen, Denmark.

Kejanggalan dalam presentasi dan risetnya, terkuak dan tersebar di media sosial. Selain Prihantini, ada nama Rifaldy dan nama-nama lainnya yang diduga sering melakukan riset bersama Prihantini.

Baca juga: AI dan Riset Palsu: Fabrikasi Data yang Tampak Ilmiah

Mereka diduga melakukan itu semua agar dapat dana hibah sehingga dapat keluar negeri secara gratis.

Materi Prihantini tidak berkaitan dengan ITB

Sementara ITB melalui Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB.

Adapun Tesis Prihantini saat menempuh studi Magister di ITB berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring”.

ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu.

Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud.

ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab.

ITB tidak mentoleransi plagiarisme, fabrikasi data, manipulasi hasil, maupun bentuk pelanggaran etika ilmiah lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian.

Baca juga: 11 Jalur Mandiri PTN Pakai Nilai UTBK 2026 yang Masih Buka

Dampak efisiensi anggaran di Kemendiktisaintek bagi dosen.iStockphoto/howtogoto Dampak efisiensi anggaran di Kemendiktisaintek bagi dosen.

Kronologi kasus manipulasi riset

Awal mulanya, kasus ini terkuak dari postingan media sosial milik Ida Bagus Mandhara Brasika, @mandharabrasika.

Ia langsung membongkar adanya pemalsuan riset oleh warga Indonesia. Tidak hanya Prihantini, ada beberapa orang yang terlibat sindikat pemalsuan riset di konferensi internasional.

Para sindikat ini bahkan setahun bisa bepergian di lebih 100 negara.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau