Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Anies Baswedan Lulus S2 Harvard, Terima Ijazah Sambil Gendong Anak

Kompas.com, 31 Mei 2026, 11:15 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anak sulung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakni Mutiara Baswedan sukses lulus dari Harvard Graduate School of Education.

Dalam akun Instagramnya @aniesbaswedan Minggu (31/5/2026), Anies mengatakan, anaknya telah resmi meraih gelar Magister Pendidikan.

"Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik," tulis Anies di akun Instagramnya, dikutip Minggu.

Baca juga: Undip Buka Apotek Pendidikan, Bisa Layani Masyarakat Sekaligus Tempat Belajar Apotek

Anak Anies Baswedan lulus S2 Harvard

Anies mengaku bersyukur Mutiara atau yang akrab disapa Tia berhasil lulus S2 di Harvard dan bisa menerima ijazah sambil menggendong cucu Ibrahim dan suaminya Ali.

Namun sebagai orangtua, ia tetap merasa khawatir karena anaknya berada di luar negeri hal itu juga ditambah dengan anaknya harus belajar di universitas.

“Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini,” ujarnya.

Anak sulung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakni Mutiara Baswedan sukses lulus dari Harvard Graduate School of EducationTangkap layar dari akun Instagram @aniesbaswedan Anak sulung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakni Mutiara Baswedan sukses lulus dari Harvard Graduate School of Education

Anies mengatakan, mahasiswa ini merupakan harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka Tia bersama suami dan anaknya.

Ia juga berterima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama keluarga kecil Tia menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin ya rabbal ‘alamin,” ucap Anies.

Baca juga: Indonesia Timur dan 3T Jadi Prioritas, Sekolah Baru Bakal Diperbanyak pada tahun 2026

Kuliah di Harvard pakai beasiswa LPDP

Adapun Mutiara kuliah di Harvard dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Perkenalkan, saya Mutiara Baswedan, akan melanjutkan studi Magister di Program Magister Pendidikan dalam Kebijakan dan Analisis Pendidikan, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Bersama @lpdp.ri dan @pk257.lpdp saya siap melanjutkan perjalanan akademik dan mengabdi bagi bangsa," tulis Mutiara di akun resminya yang dikutip Kompas.com, Rabu (11/6/2025).

Mutiara mengatakan, dirinya siap untuk membawa semangat nasionalisme serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Indonesia dalam setiap langkah perjalanannya.


Baca juga: DPR Akan Minta Penjelasan Kemendikdasmen soal Bahasa Perancis Jadi Pelajaran Wajib

Tia menyelesaikan kuliah di Hukum Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada Oktober 2020 lalu.

Karena dalam masa pandemi Covid-19, acara wisuda diadakan secara virtual. Anies dan istrinya Fery Farhati ikut menemani wisuda Mutiara di rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau