Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya

Kompas.com, 18 Mei 2026, 07:30 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal saleh.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan umat Islam adalah puasa sunnah Zulhijah sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.

Puasa Zulhijah bukan hanya dilakukan pada hari Arafah, tetapi juga dituntunkan pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah.

Sebelum menjalankannya, umat Islam perlu mengetahui niat puasa Zulhijah, dalil, tata cara, dan keutamaannya agar ibadah ini dilakukan dengan benar.

Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Zulhijah: Hapus Dosa 2 Tahun

Makna niat puasa Zulhijah

Niat puasa Zulhijah adalah tekad dalam hati untuk melaksanakan puasa sunnah pada bulan Zulhijah karena Allah SWT.

Puasa ini dapat dilakukan mulai tanggal 1 sampai 9 Zulhijah, termasuk puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

Dalam Islam, niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah karena menentukan arah dan tujuan amal seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa niat menjadi pembeda antara ibadah yang dilakukan karena Allah SWT dan aktivitas biasa yang tidak bernilai ibadah.

Baca juga: Kemenag Aceh Siapkan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H: Potensi Terlihat!

Dalil puasa 1-9 Zulhijah

Puasa pada 10 hari pertama Zulhijah sangat dianjurkan karena termasuk amal saleh yang dicintai Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah daripada amal shalih yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Zulhijah." (HR Bukhari)

Anjuran puasa pada awal Zulhijah juga ditegaskan dalam hadis tentang kebiasaan Rasulullah SAW berpuasa pada sembilan hari bulan Zulhijah.

“Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah saw melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan [HR Ahmad dan Abu Dawud)."

Hadis Hunaidah tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW terbiasa melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama Zulhijah.

Dengan demikian, puasa sunnah Zulhijah tidak hanya terbatas pada puasa Arafah, tetapi juga dapat dilakukan sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.

Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya

Puasa Arafah sudah dikenal para sahabat

Puasa Arafah pada 9 Zulhijah memiliki kedudukan khusus di antara puasa sunnah pada bulan Zulhijah.

Dalam sejumlah riwayat, para sahabat disebut pernah memperbincangkan apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah ketika beliau sedang wukuf.

“Dari Maimunah istri Nabi saw (diriwayatkan) bahwa ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi saw berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (Wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Riwayat lain juga menyebutkan peristiwa serupa dari Ummu al-Fadl binti al-Haris.

“Dari Ummu al-Fadl binti al-Haris (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi saw, sebagian mereka mengatakan: Beliau berpuasa. Sebagian lainnya mengatakan: Beliau tidak berpuasa. Lalu Ummu al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya”(HR al-Bukhari dan Muslim).

Dua hadis tersebut menunjukkan bahwa para sahabat sudah mengenal puasa Arafah sebelum mereka melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW.

Perdebatan para sahabat terjadi karena mereka ingin memastikan apakah Rasulullah SAW tetap berpuasa saat wukuf di Arafah atau tidak.

Bacaan niat puasa Zulhijah

Niat puasa Zulhijah cukup dilakukan di dalam hati.

Meski demikian, sebagian orang melafalkan niat untuk membantu menghadirkan kesungguhan dalam beribadah.

Berikut bacaan niat puasa Zulhijah:

Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Zulhijah karena Allah Ta'ala.”

Jika seseorang hendak berpuasa pada esok hari, niat juga dapat dibaca dengan redaksi berikut:

Saya berniat puasa sunnah Zulhijah esok hari karena Allah Ta'ala.

Niat puasa sunnah Zulhijah dapat dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Ketentuan ini berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan yang niatnya harus dilakukan sebelum terbit fajar.

Tata cara puasa Zulhijah

Tata cara puasa Zulhijah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya.

Seorang Muslim memulai ibadah dengan niat puasa Zulhijah karena Allah SWT.

Setelah itu, ia menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Sahur tetap dianjurkan meskipun puasa Zulhijah berstatus sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari dan Muslim)

Selama berpuasa, umat Islam juga dianjurkan menjaga ucapan, pikiran, dan perbuatan agar pahala puasa tidak berkurang.

Puasa Zulhijah dapat dilakukan mulai tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.

Umat Islam juga dapat memperbanyak puasa sunnah pada hari-hari tersebut, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Dawud, selama masih berada dalam rentang 1-9 Zulhijah.

Keutamaan puasa Zulhijah

Puasa Zulhijah memiliki keutamaan karena dilakukan pada hari-hari yang dimuliakan dalam Islam.

Amal saleh pada 10 hari pertama Zulhijah termasuk amalan yang lebih dicintai Allah SWT dibandingkan hari-hari lainnya.

Puasa Zulhijah juga menjadi sarana melatih kesabaran, keikhlasan, rasa syukur, dan pengendalian diri.

Selain itu, puasa ini dapat menjadi bentuk seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Khusus puasa Arafah pada 9 Zulhijah, terdapat keutamaan besar berupa pengampunan dosa.

Dalam hadis riwayat Muslim, puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa dua tahun.

Keutamaan ini dapat diraih apabila puasa dilakukan dengan niat yang ikhlas dan disertai amal saleh lainnya.

Amalan yang dianjurkan saat Zulhijah

Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah pada awal Zulhijah.

Amalan tersebut dapat berupa membaca Al Quran, memperbanyak dzikir, bersedekah, berdoa, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Umat Islam juga dianjurkan menjaga lisan dan perbuatan agar ibadah yang dilakukan semakin bermakna.

Puasa Zulhijah sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai menahan lapar dan haus.

Ibadah ini juga menjadi latihan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas diri.

Pentingnya meluruskan niat

Niat puasa Zulhijah menjadi kunci agar ibadah ini bernilai di sisi Allah SWT.

Niat yang tulus akan menjadikan puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah.

Dengan memahami bacaan niat, dalil, tata cara, dan keutamaannya, umat Islam dapat menjalankan puasa Zulhijah dengan lebih baik.

Puasa Zulhijah menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, meraih ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT pada hari-hari yang dimuliakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
 Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Aktual
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Aktual
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Aktual
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Hukum Menikahi Wanita Hamil Menurut 4 Mazhab, Begini Pendapat Ulama
Aktual
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Aktual
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
Aktual
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com