Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kulkas Terlalu Penuh dan Berantakan Ternyata Bikin Boros Listrik

Kompas.com, 19 April 2026, 21:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang mengira tagihan listrik kulkas hanya dipengaruhi usia perangkat atau kapasitas penyimpanan. Padahal, cara menata isi kulkas juga berpengaruh besar terhadap konsumsi energi bulanan.

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mengisi kulkas terlalu penuh. Padahal, kondisi tersebut justru bisa membuat kulkas bekerja lebih berat dan tagihan listrik meningkat.

Melansir MC Appliance, kulkas yang terlalu penuh tidak ideal karena barang-barang yang ditumpuk rapat dapat menghambat sirkulasi udara dingin di dalam ruang penyimpanan.

Akibatnya, suhu di dalam kulkas menjadi tidak merata. Ada bagian yang terlalu dingin, sementara area lain justru kurang dingin.

Ketika suhu tidak konsisten, kompresor kulkas harus bekerja lebih keras untuk menstabilkannya. Kondisi ini membuat konsumsi listrik meningkat dan berpotensi memperpendek usia pakai perangkat.

Karena itu, penting menjaga keseimbangan antara kapasitas penyimpanan dan ruang kosong agar udara dingin tetap bisa mengalir lancar.

Kulkas Berantakan Jadi Penyebab Kulkas Boros Listrik

Selain terlalu penuh, kulkas yang tidak tertata rapi juga bisa jadi penyebab kulkas boros listrik.

Baca juga: 4 Wadah Penyimpanan yang Wajib Dimiliki agar Kulkas Tetap Rapi

Saat isi kulkas berantakan, pengguna biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari barang. Hal ini membuat pintu kulkas terbuka lebih lama dan udara dingin di dalam lebih banyak keluar.

Semakin lama pintu terbuka, kulkas harus bekerja ekstra untuk menurunkan suhu kembali ke kondisi ideal.

Agar lebih efisien, simpan barang sejenis dalam satu area dan atur rak sesuai kebutuhan. Cara ini membuat isi kulkas lebih mudah ditemukan dan pintu tidak perlu lama terbuka.

Jangan Sering Buka Pintu Kulkas

Setiap kali pintu kulkas dibuka, udara dingin di dalam akan keluar dan digantikan udara ruangan yang lebih hangat.

Kondisi ini memaksa kulkas bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruang penyimpanan kembali. Semakin sering pintu dibuka, semakin besar energi yang dibutuhkan kompresor dan jadi penyebab kulkas boros listrik.

Pengguna disarankan merencanakan barang yang akan diambil, lalu mengambil semuanya sekaligus agar pintu tidak berkali-kali dibuka.

Baca juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini saat Menata Kulkas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengatur suhu kulkas terlalu dingin. Banyak orang mengira semakin dingin maka semakin baik, padahal hal itu justru meningkatkan pemakaian listrik.

Suhu ideal lemari es umumnya sekitar 3 derajat celsius, sedangkan freezer sekitar minus 18 derajat celsius. Pengaturan tersebut dinilai cukup untuk menjaga kualitas makanan sekaligus tetap hemat energi.

Gunakan Laci dan Kompartemen dengan Benar

Setiap bagian kulkas dirancang untuk jenis makanan tertentu, dengan suhu dan kelembapan berbeda.

Laci sayuran, rak susu, hingga ruang penyimpanan daging memiliki fungsi masing-masing. Jika digunakan sesuai peruntukan, pendinginan menjadi lebih efisien dan kualitas makanan lebih terjaga.

Dengan kata lain, kulkas yang terlalu penuh bukan hanya membuat ruang penyimpanan sesak, tetapi juga bisa diam-diam membuat tagihan listrik membengkak.

Baca juga: Kamu Harus Tahu! Ini Tanda-tanda Kulkas Mulai Rusak dan Harus Segera Diganti

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau