Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Grup Diler Sebut Denza D9 Mulai Ganggu Dominasi Toyota Alphard

Kompas.com, 28 Mei 2026, 19:40 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan Denza D9 terus menunjukkan tren positif di Indonesia. Bahkan, sebagian konsumen yang sebelumnya melirik MPV premium seperti Toyota Alphard kini mulai beralih ke mobil listrik premium asal China tersebut.

Fenomena ini diungkapkan langsung oleh CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin. Menariknya, Haka Auto sendiri berada di bawah naungan Kalla Group, grup yang selama ini identik dengan bisnis Toyota melalui Kalla Toyota di wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Chery Q vs Jaecoo J5 EV: Duel SUV Listrik China Rp 200 Jutaan

Di tengah pertumbuhan pasar EV nasional, Denza D9 muncul sebagai salah satu model yang cukup menyita perhatian. KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Di tengah pertumbuhan pasar EV nasional, Denza D9 muncul sebagai salah satu model yang cukup menyita perhatian.

Menurut Hariyadi, kehadiran Denza D9 memberikan pilihan baru bagi konsumen MPV premium, terutama karena menawarkan fitur mewah dengan harga yang jauh lebih kompetitif.

Fitur Premium Jadi Daya Tarik

Hariyadi mengatakan, banyak konsumen menyambut baik Denza D9 karena menawarkan kenyamanan khas mobil premium, namun dengan harga yang lebih terjangkau dibanding rival-rivalnya.

Baca juga: Simak, Begini Cara Bikin SIM Digital

Toyota Alphard HEV di GIIAS 2025KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Toyota Alphard HEV di GIIAS 2025

“Ya kan memang dia (Denza D9) memberikan opsi lah ya. Pada saat itu muncul barang, MPV premium dengan harga yang sangat affordable, jadi memang cukup disambut dengan baik, karena harganya itu cukup jauh ya dengan fitur-fitur yang bahkan lebih advance kan,” kata Hariyadi di Jakarta (25/5/2026).

Ia menambahkan, fitur-fitur yang ditawarkan Denza D9 juga menjadi salah satu alasan utama konsumen mulai melirik model tersebut.

“Ada kursi pijat, ada kulkasnya, pemanasnya segala macam itu, yang enggak umum ya. Dan lagi yang sangat dibutuhkan, apalagi orang-orang di Jakarta kan, itu yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca juga: Eks Bos Ferrari Kritik Luce, Sebut Bahkan China Tidak Akan Meniru

 Denza D9. Dok. BYD Indonesia Denza D9.

Segmen MPV Premium Masih Besar

Hariyadi mengatakan, hingga saat ini penjualan Denza D9 masih terbilang kuat. Bahkan, segmen MPV premium diyakini tetap menjadi pasar terbesar dibanding model-model lain yang akan hadir ke depan.

“Makanya memang disambut dengan sangat baik sampai sekarang. Jualannya juga masih cukup bagus,” kata Hariyadi.

“Sebenarnya kan memang banyak orang Indonesia (minat), ya segmen ini paling besar. Meskipun nanti mungkin B8 atau B5 launching, ya tetap segmen (MPV) ini rasanya lebih banyak,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau