Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pencarian soal Kepemimpinan Pecahkan Rekor, Google Beberkan Kunci Jadi Pemimpin Efektif

Kompas.com, 29 November 2025, 12:14 WIB
Erlangga Djumena

Editor

Sumber CNBC

KOMPAS.com - Menjadi pemimpin yang efektif membutuhkan waktu dan latihan. Kini, semakin banyak pekerja yang berupaya meningkatkan kemampuan tersebut.

Data Google menunjukkan minat pencarian terhadap istilah “leadership” mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini termasuk pencarian terkait pelatihan, praktik terbaik, saran tentang cara memimpin tim, hingga sumber pengembangan profesional.

Menurut Brian Glaser, Chief Learning Officer Google, tren tersebut muncul karena banyak orang ingin mampu memimpin di tengah perubahan cepat. Mulai dari kebijakan kerja hybrid, dinamika politik global, kondisi ekonomi yang bergerak, hingga adopsi teknologi seperti AI.

Baca juga: Pemimpin Bukan Sekadar CEO, Kolaborasi Butuh Ruang Tanpa Rasa Takut

Glaser, yang telah mengelola tim selama 20 tahun dan bertanggung jawab atas pelatihan bagi sekitar 150.000 karyawan, mengatakan, satu tantangan terbesar semua manajer adalah memberikan feedback yang efektif. Banyak pemimpin justru menghindari kritik demi tetap disukai.

“Sebagai pemimpin, baik itu penting. Tetapi tujuan utamanya adalah dihormati,” kata Glaser.

“Jika Anda tidak memberikan feedback, Anda mungkin tidak akan mendapat penghormatan yang Anda butuhkan sebagai manajer,” lanjutnya.

Hal tersebut bisa menjadi tantangan bagi manajer baru atau mereka yang dipromosikan dan kini memimpin rekan kerja yang sebelumnya setara.

Menurut dia, tim dapat menjadi stagnan atau mengulangi kesalahan yang dapat dihindari jika pemimpin hanya fokus memberitahu apa yang berjalan baik tanpa menyampaikan hal-hal sulit.

"Beberapa pelajaran tentang cara memberikan feedback yang kuat terinspirasi dari psikologi olahraga," kata Glaser.

Dia menyebut atlet terbaik selalu mendapat feedback rutin dari pelatih—menang atau kalah, mereka selalu melakukan evaluasi pertandingan. Konsep ini, katanya, sangat relevan untuk dunia kerja.

Membahas area perbaikan terbukti meningkatkan performa di masa depan. Atlet seperti Tom Brady maupun Gabby Douglas juga pernah menegaskan bahwa kesalahan dan kegagalan justru mendorong kesuksesan mereka.

Di kantor, memberi tahu bawahan bahwa mereka perlu memperbaiki diri memang menantang. “Tetapi dengan praktik yang tepat, manajer bisa melakukannya—dan itu sangat penting,” kata Glaser.

Tim Glaser sendir berada di balik program People Management Essentials terbaru dari Google, sebuah kursus berbayar yang tersedia untuk publik dan berisi pelajaran dari lebih dari selusin pemimpin Google tentang apa yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang unggul.

Baca juga: Bos Garudafood: Kepemimpinan Bukan Hanya soal Posisi...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Saat Dunia Terobsesi Startup, China Membangun Pabrik
Ekbis
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM
Cuan
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
RUPST BEI Digelar 29 Juni 2026, Kapan Pengumuman Direksi Baru?
Cuan
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen
Energi
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Purbaya Bakal Evaluasi DSI Jika Ekspor Satu Pintu Tak Dongkrak Penerimaan Negara
Keuangan
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu
Keuangan
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Rupiah Menguat Efek Aturan DHE SDA Berlaku, Proyeksi Analis: Tak Bertahan Lama
Keuangan
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Sekolah Rakyat di Lampung
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10 Persen Mulai Hari Ini
Energi
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Rupiah Hari Ini Menguat, Berkat DHE SDA di Tengah Gejolak Global
Keuangan
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
China Buka Keran Ekspor Urea, Krisis Pupuk Global Berpotensi Mereda
Industri
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
IEA, Bank Dunia, IMF, dan WTO Kompak Wanti-wanti Risiko Krisis Energi Global
Ekbis
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Bulog dan PT GMM Temui Petani Tebu, Bahas Penyerapan Hasil Panen
Ekbis
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Bulog Pastikan Penyaluran Tebu Petani Blora Tetap Lancar
Ekbis
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Ini Syaratnya
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau