Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tragedi Kereta Api Terburuk Dunia dalam Satu Dekade

Kompas.com, 28 April 2026, 20:43 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

KOMPAS.com - Kecelakaan kereta api masih kerap terjadi di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Ini terjadi karena peraturan yang longgar, infrastruktur yang sudah tua, dan kesalahan manusia.

Semua faktor itu berperan dalam bencana yang telah menewaskan ratusan orang.

Terbaru, kecelakaan antara commuter line dan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (26/4/2026) menewaskan 15 orang.

Berikut deretan kecelakaan kereta api terburuk di dunia dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Media Asing Ramai Bahas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

1. Kecelakaan kereta di Spanyol

Awal tahun ini, dikutip dari Euronews, kereta api tujuan Madrid tergelincir dan menyeberang ke jalur berlawanan, menabrak kereta api yang datang dari arah berlawanan.

Akibatnya, 46 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa abad ini.

Bagian rel tempat terjadinya tabrakan mengalami kerusakan sehari sebelumnya dan tidak terdeteksi.

Baca juga: Dua Kereta Tabrakan Adu Banteng di Denmark, 17 Terluka dan 5 Kritis

2. Kereta penumpang vs kereta barang di Yunani

Dikutip adri ABC Australia, tabrakan antara kereta barang dan kereta penumpang di jalur antara Athena dan Thessaloniki pada 28 Februari 2023 menewaskan 57 orang.

Ini menjadikannya kecelakaan kereta api terburuk di negara itu.

Tabrakan itu disebabkan oleh kesalahan manusia dan memicu protes keras di seluruh negeri yang menuntut standar perkeretaapian yang lebih baik.

3. Kereta angkut penumpang gelap di Kongo

Pada 10 Maret 2022, sebuah kereta barang yang sarat dengan penumpang gelap tergelincir di Provinsi Lualaba, Republik Demokratik Kongo, menewaskan sedikitnya 75 orang dan melukai 125 lainnya.

Kecelakaan itu dilaporkan disebabkan oleh lokomotif kereta yang kesulitan mengatasi tanjakan yang curam.

Sebulan kemudian, setidaknya delapan orang tewas ketika sebuah kereta barang tergelincir di daerah yang sama.

Baca juga: Bayar Tak Sampai Rp 100.000, Kereta Malaysia-Singapura Cuma 5 Menit

4. Kecelakaan kereta di Pakistan

Ilustrasi kecelakaan kereta apiShutterstock Ilustrasi kecelakaan kereta api

Halaman:


Terkini Lainnya
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Internasional
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Internasional
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau