Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer

Kompas.com, 1 Juni 2026, 12:25 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

SINGAPURA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kembali mendesak negara-negara sekutu Washington di Asia untuk meningkatkan belanja pertahanan guna memperkuat daya tangkal terhadap China.

Dalam pidatonya di Shangri-La Dialogue di Singapura pada Sabtu (30/5/2026), seperti dikutip Wall Street Journal, Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi ingin menanggung beban keamanan kawasan secara tidak proporsional, meski tetap berkomitmen mempertahankan kehadiran militernya di Asia.

"Era ketika AS mensubsidi pertahanan negara-negara kaya telah berakhir. Kami membutuhkan mitra, bukan protektorat," kata Hegseth.

Baca juga: Takut Iran, Sekutu Teluk Larang AS Pakai Pangkalan dan Wilayah Udara

Menurut Hegseth, pemerintahan Presiden Donald Trump menginginkan keseimbangan kekuatan yang menguntungkan sekaligus berkelanjutan di kawasan, sehingga tidak ada negara, termasuk China, yang mampu mendominasi dan mengancam keamanan maupun kemakmuran AS serta para sekutunya.

Nada lebih lunak terhadap China

Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.

Pidato tahun ini menunjukkan perubahan nada dibandingkan penampilan Hegseth pada Shangri-La Dialogue tahun lalu.

Saat itu ia berulang kali menyebut "China Komunis" sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan dan memperingatkan kemungkinan invasi China terhadap Taiwan.

Namun dalam pidato tahun ini, Hegseth tidak menyebut kepemimpinan komunis China maupun Taiwan. Ia justru mengatakan, hubungan AS dan China kini "lebih baik dibandingkan selama bertahun-tahun."

Pernyataan itu merujuk pada pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing bulan ini, ketika kedua pemimpin menyatakan keinginan bersama untuk menciptakan hubungan bilateral yang lebih stabil.

Delegasi utama China di forum tersebut merespons dengan nada yang juga lebih "bersifat mendamaikan." 

Mayor Jenderal Meng Xiangqing, profesor di National Defense University China, mengatakan, Beijing berharap kedua negara dapat bergerak ke arah yang sama.

"Kami juga berharap China dan Amerika Serikat saling mendekat, menerjemahkan konsensus kedua pemimpin menjadi tindakan nyata, serta mendorong hubungan militer kedua negara berkembang ke arah yang sehat, stabil, dan berkelanjutan," kata Meng.

Sekutu dinilai terlalu bergantung pada AS

Meski menepis kekhawatiran bahwa AS akan mengurangi komitmennya di Asia, Hegseth tetap menegaskan bahwa negara-negara kawasan harus mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar terhadap pertahanan mereka sendiri.

Menurutnya, selama terlalu lama keamanan kawasan bergantung pada kekuatan militer Amerika sementara banyak sekutu dan mitra membiarkan kemampuan pertahanan mereka melemah.

Baca juga: AS dan Sekutu Siapkan Rencana B jika Iran Tolak Buka Selat Hormuz

"Sudah terlalu lama keamanan kawasan ini bertumpu secara tidak proporsional pada kekuatan militer Amerika, sementara banyak sekutu dan mitra kami membiarkan kemampuan pertahanan mereka mengalami kemunduran," ujarnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Internasional
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Internasional
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau