Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Siap Bagi Kemampuan Pertahanan ke Negara Lain, Klaim AS Tak Lagi Dominan

Kompas.com, 28 April 2026, 20:15 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertahanan, Reza Talaei-Nik pada Selasa (28/4/2026) mengatakan, Iran bersedia berbagi kemampuan pertahanannya dengan negara lain.

Kerja sama ini khususnya dilakukan bersama anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

“Kami siap berbagi pengalaman kami yang mengarah pada kekalahan Amerika Serikat dengan anggota lain dari organisasi ini,” kata Reza Talaei-Nik, dikutip dari Reuters, Selasa. 

“Amerika Serikat tidak lagi mampu memaksakan kebijakannya pada negara-negara merdeka dan ini telah terbukti bagi seluruh dunia melalui ketahanan rakyat Iran dan angkatan bersenjata mereka,” sambungnya.

Baca juga: AS Tak Mengira Iran Kirim Proposal Bagus, Langsung Dibahas Trump dan Gedung Putih

Saat ini, Talaei-Nik sedang bertemu dengan rekan-rekannya di SCO, termasuk Pakistan, Belarus, dan Kyrgyzstan.

Pejabat Iran baru-baru ini juga mengadakan pembicaraan dengan personel pertahanan Rusia dan Belarusia. 

Moskwa dan Minsk menekankan keinginan mereka untuk melanjutkan kerja sama dengan Teheran.

Baca juga: Iran Tiba-tiba Tawarkan Akhiri Perang, AS Diberi Syarat Ini

Upaya negosiasi damai Iran-AS

Saat ini, Iran dan Amerika Serikat berusaha mencari kesepakatan bersama untuk menyelesaikan perang di tengah masa gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pun bertolak ke Rusia di tengah ketidakpastian negosiasi dengan AS yang belum membuahkan hasil konkret. 

Setibanya di St Petersburg pada Senin (27/4/2026), Araghchi menyatakan, negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuan meskipun sempat menunjukkan kemajuan. 

Ia menuding tuntutan AS yang berlebihan sebagai penyebab utama kebuntuan tersebut.

Baca juga: Iran Kebanjiran Minyak Tak Terjual Imbas Blokade AS, Tangki Bekas Jadi “Penyelamat”

Peran Rusia di tengah kebuntuan negosiasi

Muncul spekulasi bahwa pertemuan di Rusia dapat membantu menghidupkan kembali upaya damai Iran.

Selain itu, isu blokade Selat Hormuz yang vital bagi ekspor energi global juga menjadi perhatian utama. 

Ali Vaez dari International Crisis Group menilai peran Rusia tidak otomatis menjadi solusi. 

“Putin sebelumnya telah menawarkan bantuan, tetapi tidak berhasil karena berbagai alasan. Yang dibutuhkan bukanlah kiat menghadapi Trump, melainkan fleksibilitas dari kedua belah pihak,” katanya, seperti dikutip Newsweek. 

Vaez juga menekankan, Rusia bisa memainkan peran penting dalam penyelesaian isu Selat Hormuz yang memerlukan pengakuan internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Internasional
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Internasional
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau