Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram

Kompas.com, 1 Juni 2026, 10:23 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

Sumber AFP, Al Jazeera

KOMPAS.com - Banyak negara mengecam langkah Israel usai terus memperluas operasi darat dengan melancarkan serangan besar ke Lebanon selatan.

Padalah, kedua negara sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari.

"Sejumlah besar tentara darat IDF memulai operasi ofensif yang bertujuan untuk memperluas garis pertahanan depan. Operasi tersebut saat ini sedang diperluas ke wilayah tambahan," kata pernyataan militer Israel, dikutip dari AFP, Minggu (31/5/2026).

Mereka menambahkan, pasukan Israel bahkan telah menyeberangi sungai Litani.

Israel juga telah merebut puncak bukit strategis yang dihiasi kastil peninggalan Perang Salib, Beaufort.

Baca juga: Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas

Tuduh Israel terapkan kebijakan "bumi hangus"

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam menuduh Israel menerapkan "kebijakan bumi hangus" di wilayah selatan negaranya.

Ia menyatakan, negaranya menghadapi eskalasi yang berbahaya, serta menyerukan gencatan senjata yang cepat dan nyata.

"Hal ini tidak akan membawa keamanan maupun stabilitas bagi Israel," ujarnya.

Salam menegaskan, hasil negosiasi tidak dijamin, tetapi menyebutnya sebagai jalan yang paling hemat biaya bagi negara dan rakyat.

Baca juga: Israel Serang Lebanon Lagi meski Gencatan Senjata, Pasukan Darat Tembus Garis Kuning

Perancis minta DK PBB bergerak

Menyusul serangan itu, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan, tidak ada yang membenarkan eskalasi besar-besaran yang sedang berlangsung di Lebanon selatan.

Dalam pesan yang disampaikan melalui X setelah berbicara dengan para pemimpin regional, Macron mengaku sangat penting untuk mencapai kesepakatan dengan cepat antara Amerika Serikat dan Iran.

"Prancis akan terus mendukung pemerintah Lebanon dalam upaya mereka untuk memulihkan kedaulatan negara dan integritas wilayah negara," tulis Macron.

Macron mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Atas permintaan Perancis, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas masalah ini.

Baca juga: Israel dan Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

Jerman hingga Inggris turut mengecam

Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026.- Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026.

Halaman:


Terkini Lainnya
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Internasional
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Internasional
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau