Penulis
KOMPAS.com - Banyak negara mengecam langkah Israel usai terus memperluas operasi darat dengan melancarkan serangan besar ke Lebanon selatan.
Padalah, kedua negara sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari.
"Sejumlah besar tentara darat IDF memulai operasi ofensif yang bertujuan untuk memperluas garis pertahanan depan. Operasi tersebut saat ini sedang diperluas ke wilayah tambahan," kata pernyataan militer Israel, dikutip dari AFP, Minggu (31/5/2026).
Mereka menambahkan, pasukan Israel bahkan telah menyeberangi sungai Litani.
Israel juga telah merebut puncak bukit strategis yang dihiasi kastil peninggalan Perang Salib, Beaufort.
Baca juga: Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam menuduh Israel menerapkan "kebijakan bumi hangus" di wilayah selatan negaranya.
Ia menyatakan, negaranya menghadapi eskalasi yang berbahaya, serta menyerukan gencatan senjata yang cepat dan nyata.
"Hal ini tidak akan membawa keamanan maupun stabilitas bagi Israel," ujarnya.
Salam menegaskan, hasil negosiasi tidak dijamin, tetapi menyebutnya sebagai jalan yang paling hemat biaya bagi negara dan rakyat.
Baca juga: Israel Serang Lebanon Lagi meski Gencatan Senjata, Pasukan Darat Tembus Garis Kuning
Menyusul serangan itu, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan, tidak ada yang membenarkan eskalasi besar-besaran yang sedang berlangsung di Lebanon selatan.
Dalam pesan yang disampaikan melalui X setelah berbicara dengan para pemimpin regional, Macron mengaku sangat penting untuk mencapai kesepakatan dengan cepat antara Amerika Serikat dan Iran.
"Prancis akan terus mendukung pemerintah Lebanon dalam upaya mereka untuk memulihkan kedaulatan negara dan integritas wilayah negara," tulis Macron.
Macron mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Atas permintaan Perancis, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas masalah ini.
Baca juga: Israel dan Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari
Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026.