Penulis
KOMPAS.com - Persib Bandung dijatuhi sanksi larangan melakukan registrasi pemain oleh FIFA imbas sengketa kontrak yang menyeret Daisuke Sato.
Mengutip dari situs resmi klub, status tersebut berasal dari perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato, pada 2023 lalu.
Perkara ini kemudian berlanjut hingga proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS), yang dalam putusan akhirnya memberikan pengurangan nilai kompensasi dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub.
Persib mengatakan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual.
Baca juga: Usai Jadi Juara, Persib Kena Sanksi Larangan Registrasi FIFA
Pengamat sepak bola, Ibam Hariri menilai sanksi ini dianggap diberikan di momen yang tepat karena tidak terjadi di akhir musim ini atau menjelang musim depan.
Menurutnya, sanksi yang diberikan sekarang membuat manajemen Persib memiliki kesempatan untuk menyelesaikan sebelum pramusim dimulai.
"Kalau dari sudut pandang pribadi, sebenarnya ini sanksi yang keluar di momen yang tepat, karena proses untuk membangun skuad di musim mendatang mungkin baru tahap awal," kata Ibam Hariri kepada KOMPAS.com melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Respons Manajemen Persib soal Larangan Registrasi Pemain dari FIFA
Pramusim diperkirakan akan dimulai pada Juni sampau Juli mendatang, termasuk rencana merekrut pemain baru.
Dengan waktu yang ada, Persib harus menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat waktu agar tidak mengganggu proses perekrutan pemain untuk musim depan.
"Biasanya proses penjajakan, sudah dari lama, tapi penjajakan dari sisi sporting, lalu juga finance dan lain-lain, termasuk dari tim yang melihat karakter pemain itu baru akan detail di sekitar Juni-Juli."
Baca juga: Pengamat Soal Sanksi FIFA untuk Persib, Masalah Daisuke Sato Seperti Bom Waktu
Pesepakbola Filipina Daisuke Sato saat masih membela Persib Bandung di musim 2023-2024. "Jadi kalau masalah sekarang terjadi di akhir bulan Mei, lebih baik sekalian diselesaikan agar tidak mengganggu proses rekrutmen dan pendaftaran pemain Persib yang baru untuk musim mendatang," kata Ibam.
Persib diharapkan bisa mengerahkan seluruh sumber dayanya agar bisa mempercepat proses dan sanksi bisa lebih cepat dicabut.
"Tentu ini akan cukup membagi konsentrasi teman-teman yang ada di jajaran staf dan juga manajemen,"
"Karena ketika memasuki bulan Juni dan Juli, mungkin banyak tim sedang mempersiapkan juga tentang bagaimana proses rekrutan pemain," tandasnya.
Baca juga: Persib dan Borneo FC Jadi Wakil Indonesia di ASEAN Club Championship 2026-2027
Dengan keterbatasan pergerakan di transfer pemain, manajemen Persib harus lebih bijak dalam menyikapi keluar masuk pemain.
Persib harus lebih cerdik menyikapi komposisi pemainnya di tengah rumor beberapa pemainnya akan hengkang ke klub luar negeri meski kontraknya masih tersisa.
"Saya rasa untuk apa yang terjadi saat ini tentunya bakal cukup tricky bagi Persib, tapi setidaknya ini juga menjadi bahan pertimbangan karena ada beberapa pemain yang diisukan dipantau oleh tim di luar Indonesia, ingin merekrut beberapa pemain Persib yang kontraknya sebenarnya masih terjaga," jelasnya.
Baca juga: Tantangan Besar Persib Bandung Usai Era Bojan Hodak Berakhir
Maung Bandung idealnya tidak melepas para pemain yang masih terikat kontrak panjang dengan mereka apapun alasannya.
"Setidaknya sebelum proses penyelesaian sanksi ini selesai, berarti pemain-pemain yang terikat kontrak hingga musim mendatang, hingga tahun 2027, artinya secara ideal tidak boleh ada yang dilepas dulu," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang