KOMPAS.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, Super League 2025-2026 telah usai. Persebaya finis di peringkat empat.
Salah satu klub Jawa Timur, Persebaya Surabaya menutup musim dengan hasil yang cukup positif.
Bajul Ijo menempati posisi keempat klasemen akhir dengan perolehan 58 poin, dari 34 bertanding. Mereka meraih 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 8 kali mengalami kekalahan.
Persebaya memang menunjukkan perkembangan pada musim ini. Kehadiran Bernardo Tavares membawa warna baru dalam permainan Bajul Ijo, terutama dalam hal disiplin dan organisasi tim.
Baca juga: Persebaya Tutup Musim dengan Impresif, Tavares Siapkan Fondasi Menuju 2027
Bernardo Tavares masuk pada tengah musim menggantikan Eduardo Perez. Performa Persebaya memang terlihat mengalami perkembangan di tangan Bernardo Tavares.
Bahkan dalam enam laga terakhir musim ini, Bruno Moreira dkk selalu berhasil mencatatkan clean sheet.
Namun, di balik peningkatan performa tersebut, Persebaya tetap belum mampu bersaing dalam perebutan gelar juara seperti target awal musim. Selisih poin dengan Persib Bandung yang keluar sebagai juara Liga 1 masih cukup jauh.
Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai performa Persebaya musim ini sebenarnya cukup menjanjikan di awal kompetisi.
Baca juga: Tak Hanya Bruno Paraiba, Bek Brasil Ini Juga Akan Tinggalkan Persebaya
“Kalau melihat permainannya di putaran pertama lumayan ya tapi anjlok di putaran kedua. Terus kalau misalnya target juara itu ya pemain asing harus levelnya seperti Bruno (Moreira) dan (Francisco) Rivera semua,” ujarnya kepada KOMPAS.com.
Sebab, kualitas pemain asing menjadi salah satu pembeda utama antara tim papan atas dan mereka yang benar-benar siap menjadi juara.
“Menurut saya pemain asingnya belum untuk bersaing jadi juara ya. Untuk pemain-pemain lokalnya juga jangan terlalu jauh," kata pengamat asal Surabaya itu.
"Ada pemain timnas seperti Toni Firmansyah tapi yang lainnya gimana bek kanan bek kiri, bek kanan ada Arief Catur Pamungkas, terus pemain tengahnya bagaimana,” imbuhnya.
Pelatih Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026 asal Portugal, Bernardo Tavares.Erwin menganggap posisi di klasemen akhir Super League 2025-2026 jadi pencapaian yang pantas bagi Persebaya, mengacu kepada kedalaman skuad yang dimiliki.
“Kalau untuk empat besar masih masuk akal tapi kalau juara ya mangga silakan liat sendiri bagaimana,” katanya lagi.
Sementara itu meski belum berhasil membawa Persebaya bersaing di perebutan juara, Erwin menilai kehadiran Bernardo Tavares memberi perubahan positif terhadap permainan tim.