Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengamat Sebut Persebaya Harus Berkaca ke Persib jika Ingin Juara Liga

Kompas.com, 27 Mei 2026, 15:39 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, Super League 2025-2026 telah usai. Persebaya finis di peringkat empat.

Salah satu klub Jawa Timur, Persebaya Surabaya menutup musim dengan hasil yang cukup positif.

Bajul Ijo menempati posisi keempat klasemen akhir dengan perolehan 58 poin, dari 34 bertanding. Mereka meraih 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 8 kali mengalami kekalahan.

Persebaya memang menunjukkan perkembangan pada musim ini. Kehadiran Bernardo Tavares membawa warna baru dalam permainan Bajul Ijo, terutama dalam hal disiplin dan organisasi tim.

Baca juga: Persebaya Tutup Musim dengan Impresif, Tavares Siapkan Fondasi Menuju 2027

Bernardo Tavares masuk pada tengah musim menggantikan Eduardo Perez. Performa Persebaya memang terlihat mengalami perkembangan di tangan Bernardo Tavares.

Bahkan dalam enam laga terakhir musim ini, Bruno Moreira dkk selalu berhasil mencatatkan clean sheet.

Namun, di balik peningkatan performa tersebut, Persebaya tetap belum mampu bersaing dalam perebutan gelar juara seperti target awal musim. Selisih poin dengan Persib Bandung yang keluar sebagai juara Liga 1 masih cukup jauh.

Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menilai performa Persebaya musim ini sebenarnya cukup menjanjikan di awal kompetisi.

Baca juga: Tak Hanya Bruno Paraiba, Bek Brasil Ini Juga Akan Tinggalkan Persebaya

“Kalau melihat permainannya di putaran pertama lumayan ya tapi anjlok di putaran kedua. Terus kalau misalnya target juara itu ya pemain asing harus levelnya seperti Bruno (Moreira) dan (Francisco) Rivera semua,” ujarnya kepada KOMPAS.com.

Sebab, kualitas pemain asing menjadi salah satu pembeda utama antara tim papan atas dan mereka yang benar-benar siap menjadi juara.

“Menurut saya pemain asingnya belum untuk bersaing jadi juara ya. Untuk pemain-pemain lokalnya juga jangan terlalu jauh," kata pengamat asal Surabaya itu.

"Ada pemain timnas seperti Toni Firmansyah tapi yang lainnya gimana bek kanan bek kiri, bek kanan ada Arief Catur Pamungkas, terus pemain tengahnya bagaimana,” imbuhnya.

Pelatih Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026 asal Portugal, Bernardo Tavares.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026 asal Portugal, Bernardo Tavares.

Erwin menganggap posisi di klasemen akhir Super League 2025-2026 jadi pencapaian yang pantas bagi Persebaya, mengacu kepada kedalaman skuad yang dimiliki.

“Kalau untuk empat besar masih masuk akal tapi kalau juara ya mangga silakan liat sendiri bagaimana,” katanya lagi.

Bernardo Tavares Dinilai Sudah Membawa Perubahan

Sementara itu meski belum berhasil membawa Persebaya bersaing di perebutan juara, Erwin menilai kehadiran Bernardo Tavares memberi perubahan positif terhadap permainan tim.

Halaman:


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau