TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Serangkaian video yang beredar di media sosial memperlihatkan kekerasan pemukim 'Israel' terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, mulai dari pembakaran lahan, pengepungan rumah, penembakan hingga perusakan properti dan lahan pertanian.
Di Qusra, selatan Nablus, pemukim dilaporkan menyerang desa dan mengepung sejumlah rumah. Kebakaran juga terjadi di lahan pertanian. Warga Palestina dilaporkan terluka akibat tembakan, sementara kendaraan ambulans disebut ditahan pasukan 'Israel' sehingga menghambat evakuasi korban.
Di Al-Mughayyir, pemukim terlihat menggiring ternak di sekitar desa yang akses masuknya masih ditutup pasukan 'Israel'. Ketegangan kemudian pecah antara warga Palestina dan pemukim hingga pasukan 'Israel' menggunakan gas air mata dan menangkap seorang warga.
Di Masafer Yatta, selatan Hebron, video menunjukkan pagar rumah warga dirusak dan ternak pemukim dilepas di sekitar pepohonan serta tanaman Palestina.
Di kawasan lain, aktivis melaporkan pemukim memasuki lahan Palestina, merusak pohon dan mengambil sejumlah barang. Seorang aktivis asing juga dilaporkan diserang dan dibawa paksa ke sebuah pos pemukiman sebelum kemudian ditahan polisi 'Israel'.
Kekerasan tersebut bahkan mendapat sorotan dari sejumlah warga Israel. Akademisi dan analis politik Shayel Ben-Efraim menyebut kelompok bersenjata yang terlihat dalam video sebagai “teroris Yahudi di Tepi Barat.”
Anggota Knesset Merav Ben Ari juga mengaku terkejut melihat rekaman pemukim yang disebutnya melakukan aksi penganiayaan dan penghancuran, sembari mempertanyakan ketidakhadiran polisi dan Shin Bet.
Para aktivis Palestina menilai kekerasan yang berulang, ditambah dugaan perlindungan terhadap pemukim oleh pasukan 'Israel', memperkuat kesan impunitas dan berpotensi semakin memperburuk ketegangan di Tepi Barat. (zarahamala/arrahmah.id)
