Memuat...

Masuki Al-Aqsha di Bawah Pengawalan Polisi, Ben-Gvir Dikecam Hamas

Zarah Amala
Selasa, 1 September 2026 / 20 Rabiulawal 1448 11:33
Masuki Al-Aqsha di Bawah Pengawalan Polisi, Ben-Gvir Dikecam Hamas
Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir saat penyerbuan massal pemukim ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki pada 23 Juli. (Foto: via media sosial)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Hamas mengecam aksi Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir yang kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki. Hamas menyebut tindakan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dalam kebijakan 'Israel' terhadap situs suci umat Islam itu.

Ben-Gvir memasuki kompleks Al-Aqsha dengan mendapat pengawalan polisi 'Israel'. Sejumlah gambar yang beredar di media sosial tampak memperlihatkan Ben-Gvir melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu.

Hamas mengatakan aksi berulang Ben-Gvir merupakan bagian dari upaya 'Israel' untuk menodai dan menjadikan Yahudi Masjid Al-Aqsha.

Gerakan tersebut menyebut aksi terbaru Ben-Gvir sebagai serangan terang-terangan terhadap kesucian masjid. Hamas menilai tindakan itu menunjukkan pengabaian terhadap umat Islam dan kedudukan Al-Aqsha sebagai situs suci bagi dunia Islam.

Hamas juga mengaitkan eskalasi tersebut dengan pemilu umum 'Israel' yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Hamas menuding sejumlah tokoh politik 'Israel' memanfaatkan momentum pemilu untuk meningkatkan serangan terhadap warga Palestina, tanah mereka, dan situs-situs suci.

Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina dan kelompok perlawanan tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan yang dinilai menodai tempat-tempat suci mereka.

"Kami dan perlawanan tidak akan tinggal diam menghadapi penodaan tempat-tempat suci kami dan akan terus membelanya dengan segala cara," kata Hamas.

Hamas menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem Timur, warga Palestina di wilayah yang diduduki 'Israel' sejak 1948, serta warga Palestina di seluruh Tepi Barat untuk mendatangi Masjid Al-Aqsha dan mempertahankan kehadiran mereka di kompleks tersebut.

Hamas juga menyerukan dukungan bagi warga Yerusalem dan warga Palestina yang terus berjaga di masjid, serta mendesak mereka menghadapi upaya 'Israel' untuk membagi dan menjadikan Al-Aqsha sebagai situs Yahudi.

Selain itu, Hamas meminta negara-negara Arab dan Islam serta komunitas internasional segera mengambil tindakan untuk menghentikan pelanggaran 'Israel' dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling suci dalam Islam dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik utama ketegangan 'Israel'-Palestina.

Berdasarkan status quo yang selama ini berlaku di kompleks tersebut, warga non-Muslim diperbolehkan mengunjungi kawasan itu pada waktu-waktu tertentu, tetapi tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah atau ritual keagamaan di dalamnya.

Ben-Gvir telah berulang kali memasuki kompleks Al-Aqsha selama menjabat sebagai menteri. Ia juga secara terbuka mendukung diperbolehkannya umat Yahudi beribadah di lokasi tersebut, sehingga memicu kecaman luas dari Palestina, negara-negara Arab, dan dunia Islam.

Aksi terbaru Ben-Gvir terjadi kurang dari dua bulan menjelang pemilu umum 'Israel' pada 27 Oktober. Peristiwa tersebut juga berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa ritual keagamaan yang semakin terbuka dilakukan pejabat dan pemukim 'Israel' di kompleks Al-Aqsha dapat mengikis pengaturan status quo yang selama ini berlaku. (zarahamala/arrahmah.id)