KOMPAS.com - Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan Bumi akibat pelepasan energi dari dalam Bumi secara tiba-tiba.
Energi tersebut merambat dalam bentuk gelombang seismik dan dapat dirasakan sebagai getaran di permukaan tanah.
Gempa bumi sering terjadi karena pergerakan lempeng tektonik, aktivitas gunung api, runtuhan bawah tanah, tumbukan benda langit, atau aktivitas manusia tertentu.
Di Indonesia, gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang perlu diwaspadai karena wilayah Indonesia berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.
Lantas, apa pengertian gempa bumi, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara menghadapinya?
Baca juga: Gempa Sabah 7,1 Magnitudo, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gempa bumi adalah peristiwa alam berupa getaran atau guncangan pada permukaan Bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam Bumi.
Pelepasan energi tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang seismik.
Gelombang inilah yang kemudian merambat ke berbagai arah dan menyebabkan permukaan tanah bergetar.
Gempa bumi dapat terjadi dalam skala kecil hingga besar.
Gempa berskala kecil mungkin hanya terasa ringan dan tidak menimbulkan kerusakan.
Sebaliknya, gempa besar dapat menyebabkan kerusakan bangunan, tanah longsor, retakan tanah, korban jiwa, dan kerugian material.
Secara umum, gempa bumi berkaitan dengan aktivitas tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari dalam Bumi.
Tenaga ini dapat menyebabkan pergerakan, tekanan, dan perubahan pada lapisan kerak Bumi.
Gempa bumi dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Penyebab paling umum adalah pergerakan lempeng tektonik.
Lempeng tektonik adalah bagian dari litosfer atau lapisan luar Bumi yang terus bergerak secara perlahan.
Pergerakan lempeng tersebut dapat menimbulkan tekanan besar pada batuan di kerak Bumi.
Jika tekanan yang terkumpul sudah terlalu besar, batuan dapat patah atau bergeser secara tiba-tiba.
Pelepasan energi dari pergeseran inilah yang menimbulkan gempa bumi.
Selain pergerakan lempeng tektonik, gempa juga dapat terjadi akibat aktivitas gunung api, runtuhan tanah atau batuan, tumbukan benda langit, dan aktivitas manusia.
Baca juga: Mengenal Tsunami akibat Gempa Besar, Ini Langkah-langkah Mitigasinya
Wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (4/4/2026) pukul 18.21 WIB. Indonesia termasuk wilayah yang rawan gempa bumi karena berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik besar.
Lempeng-lempeng tersebut antara lain Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Filipina.
Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat menyebabkan penunjaman, patahan aktif, dan tekanan besar pada kerak Bumi.
Kondisi ini membuat banyak wilayah Indonesia memiliki potensi gempa, terutama daerah yang berada dekat zona subduksi, patahan aktif, atau gunung api.
Selain itu, Indonesia juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Kawasan ini dikenal memiliki banyak aktivitas tektonik dan vulkanik.
Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia perlu memahami mitigasi bencana dan langkah keselamatan saat terjadi gempa.
Baca juga: Gempa Alaska M 7 2025 vs M 9,2 1964: Mengapa Keduanya Sangat Berbeda?
Gempa bumi dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya.
Berikut beberapa jenis gempa bumi: