Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Kompas.com, 31 Mei 2026, 18:00 WIB
Deyanty Yuliastuti Nissantarie,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan Bumi akibat pelepasan energi dari dalam Bumi secara tiba-tiba.

Energi tersebut merambat dalam bentuk gelombang seismik dan dapat dirasakan sebagai getaran di permukaan tanah.

Gempa bumi sering terjadi karena pergerakan lempeng tektonik, aktivitas gunung api, runtuhan bawah tanah, tumbukan benda langit, atau aktivitas manusia tertentu.

Di Indonesia, gempa bumi menjadi salah satu bencana alam yang perlu diwaspadai karena wilayah Indonesia berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.

Lantas, apa pengertian gempa bumi, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara menghadapinya?

Baca juga: Gempa Sabah 7,1 Magnitudo, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pengertian gempa bumi

Gempa bumi adalah peristiwa alam berupa getaran atau guncangan pada permukaan Bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam Bumi.

Pelepasan energi tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang seismik.

Gelombang inilah yang kemudian merambat ke berbagai arah dan menyebabkan permukaan tanah bergetar.

Gempa bumi dapat terjadi dalam skala kecil hingga besar.

Gempa berskala kecil mungkin hanya terasa ringan dan tidak menimbulkan kerusakan.

Sebaliknya, gempa besar dapat menyebabkan kerusakan bangunan, tanah longsor, retakan tanah, korban jiwa, dan kerugian material.

Secara umum, gempa bumi berkaitan dengan aktivitas tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari dalam Bumi.

Tenaga ini dapat menyebabkan pergerakan, tekanan, dan perubahan pada lapisan kerak Bumi.

Penyebab gempa bumi

Gempa bumi dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab paling umum adalah pergerakan lempeng tektonik.

Lempeng tektonik adalah bagian dari litosfer atau lapisan luar Bumi yang terus bergerak secara perlahan.

Pergerakan lempeng tersebut dapat menimbulkan tekanan besar pada batuan di kerak Bumi.

Jika tekanan yang terkumpul sudah terlalu besar, batuan dapat patah atau bergeser secara tiba-tiba.

Pelepasan energi dari pergeseran inilah yang menimbulkan gempa bumi.

Selain pergerakan lempeng tektonik, gempa juga dapat terjadi akibat aktivitas gunung api, runtuhan tanah atau batuan, tumbukan benda langit, dan aktivitas manusia.

Baca juga: Mengenal Tsunami akibat Gempa Besar, Ini Langkah-langkah Mitigasinya

Wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (4/4/2026) pukul 18.21 WIB. Rahmat Panji (Kompas.com) Wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (4/4/2026) pukul 18.21 WIB.

Mengapa Indonesia rawan gempa?

Indonesia termasuk wilayah yang rawan gempa bumi karena berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik besar.

Lempeng-lempeng tersebut antara lain Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Filipina.

Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat menyebabkan penunjaman, patahan aktif, dan tekanan besar pada kerak Bumi.

Kondisi ini membuat banyak wilayah Indonesia memiliki potensi gempa, terutama daerah yang berada dekat zona subduksi, patahan aktif, atau gunung api.

Selain itu, Indonesia juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Kawasan ini dikenal memiliki banyak aktivitas tektonik dan vulkanik.

Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia perlu memahami mitigasi bencana dan langkah keselamatan saat terjadi gempa. 

Baca juga: Gempa Alaska M 7 2025 vs M 9,2 1964: Mengapa Keduanya Sangat Berbeda?

Jenis-jenis gempa bumi

Gempa bumi dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya.

Berikut beberapa jenis gempa bumi:

Halaman:

Terkini Lainnya
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
Skola
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Skola
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Skola
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Skola
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
Skola
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Skola
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
Skola
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
Skola
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
Skola
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Skola
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Skola
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Skola
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Skola
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
Skola
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau