Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gempa Bumi Terjadi? Simak Panduannya

Kompas.com, 16 Juli 2025, 17:00 WIB
Silmi Nurul Utami

Penulis

Sumber BMKG

KOMPAS.com - Belakangan ini, kabar tentang gempa bumi kembali ramai terdengar. Dari Tiongkok hingga Myanmar, dari Luwu hingga Bali, gempa bumi membawa banyak ketakutan bagi semia orang.

Indonesia, yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memang dikenal sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi. Tapi, pertanyaannya adalah: apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi melanda secara tiba-tiba?

Mengetahui mitigasi gempa bumi bukan hanya soal teori. Ini soal bertahan hidup. Dalam situasi genting, satu detik saja bisa menyelamatkan atau sebaliknya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Berikut adalah penjelasannya!

Baca juga: Jenis Gempa Bumi: Berdasarkan Penyebab dan Kedalamanya

Mengapa Indonesia rawan gempa?

Menurut Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam Buku Pedoman Latihan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran (2017), Indonesia terletak di antara Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.

Selain itu, negara ini memiliki lebih dari 100 gunung api aktif dan ribuan sungai yang menambah risiko bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung, tanah longsor, hingga tsunami.

Maka dari itu, mitigasi gempa bumi harus jadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita.

Apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi?

Saat gempa terjadi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan berpikir cepat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten  Bengkulu Tengah dalam Panduan Praktis Siaga Bencana dalam Menghadapi Ancaman Bencana di Kabupaten Bengkulu Tengah (2022), berikut langkah-langkah yang bisa menyelamatkan:

Ketika berada di dalam bangunan:

  • Jangan panik. Tetap tenang dan cari posisi aman.
  • Gunakan “segitiga kehidupan”: berlindung di samping perabot kuat, bukan di bawahnya langsung.
  • Jika berada di lantai dasar, keluar segera ke tempat terbuka, lindungi kepala.
  • Jika di lantai atas, berlindung di bawah meja kokoh dan pegang erat kakinya.
  • Jauhi kaca, rak, lampu gantung, dan benda-benda yang bisa jatuh.
  • Jangan gunakan lift! Jika sedang di dalam lift, tekan semua tombol lantai dan keluar di lantai terdekat saat pintu terbuka.
  • Bagaimana cara menghadapi gempa jika kita di dalam lift? Tekan tombol darurat atau gunakan interkom untuk minta bantuan jika lift terhenti.
  • Jika memasak, segera matikan kompor dan sumber listrik untuk mencegah kebakaran.

Ketika berada di dalam mobil:

  • Pinggirkan mobil ke bahu jalan, jauh dari persimpangan dan bangunan tinggi.
  • Tetap di dalam mobil hingga guncangan berhenti.
  • Jika ada peringatan tsunami, segera evakuasi ke tempat tinggi.

Baca juga: 6 Tahapan Proses Terjadinya Tsunami, Dari Dasar Laut hingga ke Daratan

Apa yang harus dilakukan setelah terjadi gempa bumi?

Setelah gempa berhenti, bukan berarti bahaya sudah berlalu. Masih ada risiko gempa susulan, kebakaran, atau bangunan runtuh.

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, berikut hal penting yang harus dilakukan:

  • Evakuasi dengan tenang dan gunakan tangga darurat, bukan lift.
  • Periksa luka pada diri sendiri dan sekitar. Lakukan P3K bila perlu.
  • Cek potensi bahaya: kebocoran gas, kabel listrik putus, atau kebakaran.
  • Jangan masuk bangunan yang rusak karena bisa runtuh sewaktu-waktu.
  • Gunakan sandal atau sepatu untuk melindungi kaki dari pecahan kaca.
  • Dengarkan informasi resmi, jangan mudah percaya hoaks.
  • Jika memungkinkan, isi formulir kerusakan dari instansi terkait untuk membantu pendataan dampak gempa.
  • Tetap waspada terhadap gempa susulan dan berdoa agar diberi keselamatan.

Mitigasi bukan hanya soal penyelamatan saat gempa, tapi juga persiapan sejak dini. Mulai dari mengenali jalur evakuasi, menyimpan dokumen penting di tempat aman, hingga melatih keluarga untuk menghadapi kondisi darurat.

Ingat, keselamatan tidak datang dari keberuntungan, tapi dari pengetahuan dan kesiapsiagaan.

Baca juga: Gempa Bumi Bawah Laut, Faktor Utama Penyebab Tsunami

Tidak ada yang bisa memprediksi kapan gempa akan datang. Tapi kita bisa belajar apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi, dan apa yang harus dilakukan setelah terjadi gempa bumi.

Baik itu saat berada di dalam gedung, di jalan, atau bahkan di dalam lift, setiap detik adalah kesempatan untuk bertahan.

Jadi, mulai hari ini, mari belajar dan bersiap. Karena menghadapi bencana gempa bumi bukan hanya tentang bertahan hidup, tapi juga menjaga orang-orang yang kita cintai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
15 Contoh Amanat Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Upacara, Durasi 6 Menit
Skola
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Gempa Bumi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Skola
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Lengkap Tata Cara dan Teksnya
Skola
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Bukan Cuma Rafflesia Arnoldii, Ini Jenis-jenis Rafflesia di Indonesia
Skola
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
35 Soal UAS Matematika Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban
Skola
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Apakah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Skola
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
45 Soal PKn Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban, Latihan Ujian 
Skola
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
35 Soal OSN Matematika SD 2026, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasannya
Skola
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
50 Soal UAS PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawabannya 
Skola
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Cara Membaca Hasil TKA 2026 SD, SMP, SMA, dan SMK: Ini Arti Nilai, Kategori, dan Fungsi SHTKA 
Skola
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Bagaimana Cara Menumbuhkan Perilaku Disiplin dan Saling Menghargai dalam Beribadah?
Skola
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Mengapa Membuka Akses Belajar di Era Digital Sangat Penting?
Skola
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Kata yang Ditulis Kecil dalam Judul
Skola
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
45 Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dengan Jawaban
Skola
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
40 Soal Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2, Lengkap Kunci Jawaban untuk Latihan 
Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau