Penulis
KOMPAS.com - Belakangan ini, kabar tentang gempa bumi kembali ramai terdengar. Dari Tiongkok hingga Myanmar, dari Luwu hingga Bali, gempa bumi membawa banyak ketakutan bagi semia orang.
Indonesia, yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memang dikenal sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi. Tapi, pertanyaannya adalah: apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi melanda secara tiba-tiba?
Mengetahui mitigasi gempa bumi bukan hanya soal teori. Ini soal bertahan hidup. Dalam situasi genting, satu detik saja bisa menyelamatkan atau sebaliknya.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Berikut adalah penjelasannya!
Baca juga: Jenis Gempa Bumi: Berdasarkan Penyebab dan Kedalamanya
Menurut Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam Buku Pedoman Latihan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran (2017), Indonesia terletak di antara Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Selain itu, negara ini memiliki lebih dari 100 gunung api aktif dan ribuan sungai yang menambah risiko bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung, tanah longsor, hingga tsunami.
Maka dari itu, mitigasi gempa bumi harus jadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita.
Saat gempa terjadi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan berpikir cepat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam Panduan Praktis Siaga Bencana dalam Menghadapi Ancaman Bencana di Kabupaten Bengkulu Tengah (2022), berikut langkah-langkah yang bisa menyelamatkan:
Baca juga: 6 Tahapan Proses Terjadinya Tsunami, Dari Dasar Laut hingga ke Daratan
Setelah gempa berhenti, bukan berarti bahaya sudah berlalu. Masih ada risiko gempa susulan, kebakaran, atau bangunan runtuh.
Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, berikut hal penting yang harus dilakukan:
Mitigasi bukan hanya soal penyelamatan saat gempa, tapi juga persiapan sejak dini. Mulai dari mengenali jalur evakuasi, menyimpan dokumen penting di tempat aman, hingga melatih keluarga untuk menghadapi kondisi darurat.
Ingat, keselamatan tidak datang dari keberuntungan, tapi dari pengetahuan dan kesiapsiagaan.
Baca juga: Gempa Bumi Bawah Laut, Faktor Utama Penyebab Tsunami
Tidak ada yang bisa memprediksi kapan gempa akan datang. Tapi kita bisa belajar apa yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi, dan apa yang harus dilakukan setelah terjadi gempa bumi.
Baik itu saat berada di dalam gedung, di jalan, atau bahkan di dalam lift, setiap detik adalah kesempatan untuk bertahan.
Jadi, mulai hari ini, mari belajar dan bersiap. Karena menghadapi bencana gempa bumi bukan hanya tentang bertahan hidup, tapi juga menjaga orang-orang yang kita cintai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang