Penulis
Penamaan ini dipilih karena adanya lubang berbentuk celah yang unik di depan rongga mata, sehingga memberikan kesan seolah-olah hewan tersebut sedang menangis.
Sementara itu, nama genusnya, Eosphoros, berasal dari istilah Yunani yang berarti "fajar".
Nama ini dipilih untuk menandai posisi awal hewan ini dalam garis keturunan leluhur buaya, sekaligus menjadi kontras bagi Hesperosuchus yang namanya berarti "malam".
Baca juga: Fosil Platipus Berusia 25 Juta Tahun Ditemukan, Punya Gigi Tajam Buat Makan Kerang
Penemuan dua spesies berbeda dalam jarak hanya 5 meter di situs yang sama menunjukkan bahwa kerabat awal buaya ini sudah berdiversifikasi ke dalam berbagai gaya hidup dan pola makan yang berbeda.
"Karena fosil crocodylomorph awal relatif jarang, setiap spesimen mengandung informasi penting dan baru yang esensial dalam mengurai evolusi awal," tulis para peneliti dalam studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang