Penulis
Penanggalan 67.800 tahun ini memperkuat model bahwa manusia telah mencapai Sahul (Papua–Australia) setidaknya sekitar 65.000 tahun lalu, dan bahwa perjalanan tersebut melibatkan penyeberangan laut yang disengaja.
“Dengan penanggalan seni cadas ini, kita memiliki bukti paling awal keberadaan manusia modern di jalur migrasi utara menuju Sahul,” ujar Prof. Renaud Joannes-Boyau.
Penelitian genetika dan arkeologi maritim juga mendukung kesimpulan ini. Manusia purba di kawasan ini diyakini telah memiliki teknologi pelayaran dan kemampuan navigasi laut terbuka—sebuah pencapaian luar biasa untuk zamannya.
Baca juga: Ada “Manusia Misterius” yang Mungkin Pernah Bertemu Homo sapiens di Sulawesi
Selain nilai ilmiah, temuan ini membawa konsekuensi besar bagi pelestarian. Kawasan karst Sulawesi yang menyimpan seni cadas Pleistosen kini dipandang sebagai warisan budaya tak tergantikan.
Kepala Pusat Riset Arkeometri BRIN, Sofwan Noewidi, menegaskan pentingnya perlindungan kawasan ini dalam kebijakan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini juga melibatkan berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk Kementerian Kebudayaan, Universitas Hasanuddin, Universitas Halu Oleo, ITB, serta balai pelestarian setempat.
Penemuan seni cadas berusia 67.800 tahun di Pulau Muna menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat tertua seni simbolik dan budaya manusia modern di dunia. Di dinding gua yang sunyi, cap tangan purba itu seolah menyampaikan pesan lintas puluhan ribu tahun: bahwa kreativitas, imajinasi, dan keberanian menjelajah telah tumbuh di Nusantara sejak awal sejarah manusia.
Dan bisa jadi, masih banyak kisah serupa yang menunggu ditemukan di pulau-pulau kecil Indonesia—jejak tangan masa lalu yang belum sepenuhnya kita pahami.
Baca juga: Jejak Manusia Purba di Sulawesi Ternyata Lebih Tua dari yang Diduga
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang