Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kok Bisa Menara Pisa Tidak Jatuh Padahal Kemiringannya Ekstrem?

Kompas.com, 31 Mei 2026, 06:46 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Kemiringan Menara Pisa telah lama menjadi perhatian dunia. Bangunan bersejarah di Italia tersebut tampak seolah-olah akan tumbang, tetapi kenyataannya tetap mampu berdiri tegak selama ratusan tahun.

Menara dengan tinggi sekitar 56 meter itu memang tidak dibangun dalam posisi sempurna. Namun hingga kini, struktur tersebut masih bertahan meski sudut kemiringannya cukup tajam.

Fenomena itu ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari posisi pusat gravitasi, karakter tanah di bawah bangunan, hingga teknik konstruksi yang terus disesuaikan sejak abad pertengahan.

Dirangkum dari Institution of Civil Engineers (ICE) dan CDM Smith, Menara Pisa sejatinya dirancang sebagai menara lonceng terpisah untuk kompleks Katedral Pisa.

Masalah mulai muncul tidak lama setelah pembangunan dimulai pada tahun 1173. Sekitar 12 tahun kemudian, fondasi bangunan perlahan mengalami penurunan akibat kondisi tanah yang lunak dan berlumpur.

Beban dari tiga lantai pertama membuat lapisan tanah lempung di bawahnya mengalami perubahan bentuk. Akibatnya, struktur menara mulai condong ke satu sisi.

Baca juga: Soekarno Lulusan Arsitektur atau Teknik Sipil? Ini Jawaban yang Benar

Pada masa berikutnya, para pembangun mencoba mengatasi kemiringan tersebut dengan membuat lantai tambahan sedikit menyesuaikan arah miring bangunan. Namun proyek pembangunan beberapa kali terhenti dan baru benar-benar selesai hampir dua abad kemudian.

Kenapa Menara Pisa Miring?

Salah satu alasan utama menara ini tetap berdiri adalah karena titik pusat gravitasinya masih berada di dalam area pondasi.

Dalam prinsip fisika, sebuah bangunan akan tetap stabil selama garis gaya beratnya jatuh di dalam pijakan dasar. Jika titik tersebut keluar dari pondasi, struktur akan kehilangan keseimbangan dan berpotensi roboh.

Pada Menara Pisa, meskipun bentuknya miring, posisi pusat gravitasinya masih berada dalam batas aman sehingga gaya gravitasi tetap menjaga bangunan tetap stabil.

Selain itu, kondisi tanah di bawah menara justru ikut membantu mempertahankan struktur bangunan.

Tanah lunak biasanya dianggap berisiko bagi konstruksi tinggi. Namun pada kasus Menara Pisa, lapisan tanah tersebut mampu meredam getaran, termasuk guncangan gempa.

Fenomena itu dikenal sebagai Dynamic Soil-Structure Interaction (DSSI), yakni interaksi antara struktur bangunan dan karakteristik tanah di sekitarnya.

Struktur menara yang relatif kaku dipadukan dengan tanah yang mampu menyerap energi getaran membuat dampak gempa tidak langsung diterima sepenuhnya oleh bangunan.

Pembangunan Berlangsung Hampir 200 Tahun

Proses pembangunan Menara Pisa memakan waktu sangat panjang, yakni hampir dua abad sejak dimulai pada abad ke-12.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau