Penulis
KOMPAS.com – Istilah penthouse kerap diasosiasikan dengan hunian super mewah dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang benar-benar super kaya.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan penthouse dan apa bedanya dengan apartemen pada umumnya?
Melansir Architectural Digest, nama penthouse sendiri sudah lama identik dengan gaya hidup kelas atas. Meski begitu, pengertiannya tidak sesederhana yang dibayangkan.
Banyak orang mengira penthouse selalu berkaitan dengan hunian di gedung pencakar langit, langit-langit supertinggi, atau detail interior yang serba mewah.
Secara historis, istilah penthouse berasal dari campuran bahasa Prancis Pertengahan dan Inggris abad ke-16 yang merujuk pada bangunan tambahan beratap miring.
Pada masa itu, penthouse lebih menyerupai bangunan pelengkap di samping rumah utama, yang digunakan untuk menyimpan peralatan, pakan ternak, atau bahkan sebagai tempat tinggal hewan.
Baca juga: Apa Bedanya Flat, Rusun, dan Apartemen?
Bangunan ini dianggap memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan hunian utama. Bahkan, dalam beberapa catatan sejarah, istilah penthouse pernah digunakan untuk menekankan kesederhanaan.
Seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya jumlah bangunan bertingkat, konsep penthouse mulai bergeser.
Pemilik atau pengembang gedung menambahkan struktur sederhana di bagian atap bangunan, yang berfungsi sebagai gudang, ruang servis, atau tempat tinggal bagi pekerja gedung.
Pada masa awal perkembangan apartemen di kota besar, lantai atas justru menjadi area yang paling tidak diminati.
Lokasinya sulit diakses, cenderung panas, minim ventilasi, dan memiliki ruang yang terbatas.
Kondisi ini mirip dengan rumah-rumah bangsawan Eropa, di mana lantai paling atas biasanya ditempati oleh staf rumah tangga.
Baca juga: Berapa Harga Rata-rata Apartemen di Kawasan Paling Elit Jakarta?
Hal tersebut juga terjadi di Amerika Serikat. Ketika The Dakota, salah satu gedung apartemen ikonik di New York, dibuka pada tahun 1884, unit di lantai bawah menjadi incaran keluarga terkaya.
Sementara itu, lantai atas hanya difungsikan sebagai ruang penyimpanan, area cuci, dan tempat tinggal pelayan.
Status penthouse mulai berubah setelah Perang Dunia I. Pertumbuhan ekonomi pascaperang mendorong urbanisasi besar-besaran, sehingga kebutuhan akan hunian di kota meningkat pesat.