KOMPAS.com - Eks manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, buka-bukaan soal rahasia sang juara tujuh kali MotoGP tersebut.
Emilio Alzamora merupakan salah satu sosok berjasa di belakang karier cemerlang Marc Marquez sebagai salah satu pebalap top MotoGP.
Alzamora dan Marquez memulai kerja sama mereka di tahun 2004, saat sang pebalap masih turun di Supermotard.
Lebih dari 17 tahun bersama, keduanya kemudian berpisah jelang akhir tahun 2022 dan posisi Alzamora digantikan oleh Jaime Martinez.
Alzamora kemudian mengungkap sebuah rahasia yang seharusnya diketahui oleh para pebalap yang ingin mendominasi MotoGP.
Baca juga: MotoGP Italia: Michele Pirro Gantikan Alex Marquez di Gresini
Seperti dilansir dari Motosan, Alzamora mengungkap bahwa para calon pebalap MotoGP mesti tampil konsisten jika tidak punya bakat, seperti halnya Marquez maupun Valentino Rossi.
"Ketika tidak memiliki bakat seperti Márquez atau Rossi, Anda harus lebih konsisten," ujar Alzamora.
"Pada tahun 1999, saya tahu saya kuat, tetapi saya memiliki kekurangan dengan motor saya, dalam hal kecepatan murni, dan saya tahu bahwa konsistensi adalah kunci untuk menang," imbuh Alzamora.
Alzamora mengungkap kisahnya bertemu Marc Marquez ketika masih menjadi salah satu manajer di sebuah sekolah di Barcelona.
Sang mantan manajer Marc Marquez berkisah bahwa eks anak asuhnya tersebut punya gaya yang spesial saat turun di motocross.
Baca juga: Marc Marquez Dipastikan Kembali Balapan di MotoGP Mugello
“Saya memulai karier di sebuah sekolah di Barcelona, sebagai manajer tim. Seorang teman saya, yang mengikuti motocross, sudah bercerita tentang anak ini, Márquez, yang sangat cepat, dengan gaya berkendara yang istimewa di tikungan," ujarnya.
"Kemudian saya melihatnya untuk pertama kalinya di pesta perpisahan di Catalonia, bersama federasi. Semua rider muda yang akan saya latih hadir, dan di situlah saya bertemu Marc dan ayahnya,” kata Alzamora menambahkan.
Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP)Alzamora mengaku terkejut bahwa Marquez punya kedewasaan dan semangat petarung yang tinggi pada saat berusia 12 tahun.
Selain itu, pebalap berjuluk The Baby Alien ini juga terikat dengan sebuah anekdot populer di MotoGP, yaitu celaka di garis start, masuk ke pit, keluar terakhir, dan menang.
“Dia berusia 12 tahun, tetapi ketika Anda berbicara dengannya, Anda dapat merasakan bahwa dia sangat dewasa, selalu perhatian, selalu fokus," ujarnya.
Baca juga: Marc Marquez Siap Beraksi Kembali di MotoGP Italia 2026
"Dia tidak seperti yang lain, yang pergi bermain sepak bola dengan sedikit kurang fokus. Selain itu, dia sangat berani dan sangat cepat."
"Satu-satunya hal yang tidak diketahui adalah dia sangat kecil, dan tidak ada yang tahu apakah dia akan tumbuh atau apakah dia akan tetap seperti Pedrosa. Tetapi hal pertama yang membuat saya terkesan adalah kedewasaannya," imbuh Alzamora.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang