Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Valentino Rossi Soroti Nasib Buruk Marc Marquez pada Awal Musim MotoGP 2026

Kompas.com, 23 Mei 2026, 12:00 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Legenda balap asal Italia, Valentino Rossi memberikan pandangannya nasib nahas yang membayangi Marc Marquez sepanjang awal musim MotoGP 2026.

Menurut Valentino Rossi, situasi sulit memang sedang dihadapi oleh para penunggang motor pabrikan Ducati, termasuk penderitaan yang dialami oleh Marquez.

Pebalap andalan Ducati Lenovo tersebut baru saja mengalami kecelakaan fatal jenis highside saat berlaga di balapan utama GP Perancis, yang memaksanya naik meja operasi guna memulihkan cedera di bagian bahu dan jari kaki.

Insiden menyakitkan di Perancis itu seolah menjadi puncak dari rentetan hasil minor sang pembalap.

Sebelumnya, jawara dunia asal Spanyol ini sudah dua kali mencatatkan hasil gagal finis setelah mengalami pecah ban di GP Thailand serta insiden terjatuh pada GP Spanyol.

Baca juga: Bagnaia Tak Sepakat dengan Valentino Rossi soal Kurangnya Dukungan Ducati

Kejadian di Jerez tersebut memunculkan asumsi bahwa kondisi lengan Marquez belum pulih sepenuhnya dari imbas kecelakaan di GP Indonesia pada Oktober lalu, mengingat ia terjatuh tepat di sisi kanan yang memiliki riwayat cedera.

Rentetan kemalangan ini turut dikomentari oleh The Doctor saat diwawancarai oleh Sky Sport Italia.

"Para pembalap top Ducati mengalami beberapa masalah," ucap Rossi.

"Mereka mengalami sedikit kesialan, Marquez dengan lengannya dan Pecco (Francesco Bagnaia) yang menunjukkan potensi bagus tetapi sulit memaksimalkannya."

Tepis Asumsi Tertinggal dari Pabrikan Rival

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan dari sang legenda untuk menepis pandangan bahwa motor dari Borgo Panigale mulai tertinggal dari Aprilia.

Sepanjang enam seri pembuka musim ini, pabrikan asal Noale tersebut memang tampil mendominasi dengan mengamankan empat kemenangan, sementara lawannya baru meraih dua kemenangan.

Baca juga: Kata Valentino Rossi Soal Alex Marquez dan Masa Depan Tim VR46

Paceklik kemenangan tim asuhan Rossi selama tiga tahun di kelas premier akhirnya terhenti setelah pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, berhasil merebut podium tertinggi di GP Catalunya.

Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)LILLIAN SUWANRUMPHA Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Menanggapi persaingan mesin, ia tetap menaruh kepercayaan pada motor tunggangan timnya.

"Saya tidak yakin Aprilia lebih baik dari Ducati, ini motor yang sedikit berbeda, terkadang Aprilia mungkin tampil sedikit lebih baik," jelas Rossi.

Sang pemilik tim juga memuji performa impresif pembalap lawan, khususnya Marco Bezzecchi, yang turut andil besar dalam progres pabrikan rival.

"Saya pikir kedua pembalap (Aprilia) yang juga berada dalam performa sanga hebat, terutama Marco Bezzecchi karena dia sungguh membantu pengembangan tahun lalu," tegas The Doctor.

Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Perancis 2026: Adik Rossi No 1, Marc Marquez Ke-9

"Dia merasa motornya sebagai miliknya, dia menjadikan motor itu miliknya, dan tahun ini dia datang dengan perasaan haus kemenangan yang nyata."

"Kemudian Jorge Martin mengikuti jejaknya, dan mereka menjadi pasangan yang sangat kuat," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau