Penulis
KOMPAS.com - Pedro Acosta menyoroti situasi keselamatan di MotoGP Catalunya 2026 usai akhir pekan penuh kecelakaan di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Pebalap Red Bull KTM Factory Racing itu juga menyinggung peran asosiasi pebalap MotoGP setelah insiden besar pada balapan utama.
Hujan di Montmelo membuat tes resmi MotoGP terakhir untuk motor 1000cc berakhir lebih cepat pada Senin (18/5/2026).
Setelah tes selesai, Acosta berbicara soal kondisi balapan di MotoGP Catalunya 2026.
Acosta menilai keputusan menggelar balapan tambahan setelah beberapa kecelakaan besar terlalu berisiko.
"Saya memiliki pandangan yang sama seperti kemarin. Balapan ketiga tidak perlu. Lap pada balapan kedua sudah cukup, dan mereka bisa memberikan setengah poin," kata Acosta.
Baca juga: Kaki Tersangkut Motor Bagnaia di GP Catalunya, Johann Zarco Ungkap Kondisi Terbaru
"Mengadakan balapan ketiga sama saja dengan menantang takdir. Jika sudah ada dua insiden besar seperti itu, tidak perlu membuat yang ketiga. Saya masih berpikir sama."
Beberapa pebalap seperti Joan Mir dan Enea Bastianini sempat mengusulkan perubahan posisi grid start demi mengurangi kecepatan menuju tikungan pertama. Namun Acosta tidak setuju dengan ide tersebut.
"Solusi macam apa itu. Jika pintu keluar lebih dekat ke tikungan pertama dan Anda mengerem terlalu lambat, hal yang sama terjadi."
Acosta juga menyinggung kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 yang dialami Johann Zarco dan Alex Marquez.
Baca juga: Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Pratama Teratas Usai GP Le Mans
pebalap berusia 21 tahun itu ikut membahas masalah lama soal asosiasi pebalap MotoGP. Sebelumnya, Luca Marini mengeluhkan minimnya kehadiran pebalap dalam Komisi Keselamatan.
Acosta merasa pertemuan rutin belum tentu menjadi solusi utama.
"Saya rasa kami tidak perlu pergi ke Komisi Keselamatan setiap minggu untuk mengatakan ada gundukan baru di lintasan."
"Saya rasa apa yang terjadi kemarin tidak dapat dihindari dengan pertemuan Komisi Keselamatan."