Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Indonesian Insight Kompas
Kelindan arsip, data, analisis, dan peristiwa

Arsip Kompas berkelindan dengan olah data, analisis, dan atau peristiwa kenyataan hari ini membangun sebuah cerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Paul McCartney: Berkat AI, Lagu Terakhir The Beatles Akan Rilis Akhir Tahun Ini

Kompas.com, 14 Juni 2023, 20:41 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Mengusung judul Eyes of the Storm, pameran akan menampilkan lebih dari 250 foto yang dibidik sendiri oleh McCartney pada kurun 1963-1964. Di antara foto-foto itu ada potret Ringo Starr, George Harrison dan Lennon, serta manajer mereka, Brian Epstein. 

Baca juga: Kontroversi Pembubaran The Beatles, Benarkah karena Paul McCartney?

Sebelum rencana rilis lagu terakhir The Beatles ini, penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk karya musik dan vokal pernah pula dipraktikkan oleh Holly Herndon pada 2019.

Menggunakan teknologi yang saat itu masih relatif baru, Herndon meluncurkan album Proto.  Doktor dari Standford University ini juga mengembangkan Holly+, sebuah protokol online yang memungkinkan publik mengunggah ulang sebuah lagu untuk ditafsirkan ulang dan dibawakan oleh deepfake suaranya.

Berkomentar soal rencana rilis lagu terakhir The Beatles dengan bantuan AI, Herndon menduga proses yang digunakan adalah pemisahan sumber.

"Pemisahan sumber menjadi jauh lebih mudah dilakukan dengan pembelajaran mesin (machine learning atau ML). Ini memungkinkan Anda mengekstrak suara dari rekaman, (kemudian) mengisolasinya, sehingga Anda dapat mengiringi suara itu dengan instrumentasi baru," papar Herndon, sebagaimana dikutip AP.

Baca juga: Babak Baru Perang Kecerdasan Buatan: Bard Menjawab Tantangan ChatGPT

Herndon mengatakan, proses pemisahan sumber ini berbeda dengan deepfake. Menurut dia, deepfake akan menghasilkan suara dalam garis vokal yang sama sekali baru yang dihasilkan dari model ML yang dilatih di atas garis vokal yang lama.

Mengutip laman WIPO—organisasi independen di bawah PBB yang menangani kekayaan intelektual—deepfake adalah teknik dalam AI yang mampu mensintesis media, termasuk menirukan gestur dan atau memanipulasi suara, dengan hasil yang realistis.

Meski banyak kalangan mengkhawatirkan penggunaan deepfake untuk pembuatan gambar, suara, bahkan video palsu yang seolah nyata, deepfake juga punya sisi manfaat. Aktof Val Kilmer, misalnya, kehilangan suara karena kanker tenggorokan. Deepfake Sonantic telah memungkinkan Kilmer kembali "bersuara" laiknya sebelum dia kehilangan kemampuan itu.

Baca juga: Bapak Kecerdasan Buatan Mundur dari Google, Peringatkan Chatbot AI Bisa Lebih Pintar dari Manusia

Herndon berkeyakinan dalam kasus lagu terakhir The Beatles yang rencananya segera dirilis tidak menggunakan deepfake.

Namun, kata Herndon, teknologi kecerdasan buatan—dalam aneka teknik yang dimungkinkan olehnya—membuka peluang tanpa batas untuk lahirnya media baru, termasuk menggunakan materi lawas, dalam semangat yang sama dengan rilis lagu The Beatles.

The Beatles—Lennon, McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr—bubar pada 1970, dengan masing-masing memutuskan bersolo karier dan tak pernah bersatu lagi sejak itu. 

Lennon tewas ditembak di New York, Amerika Serikat, pada 1980, dalam usia 40 tahun. Adapun Harrison meninggal karena kanker paru-paru pada 2001, dalam usia 58 tahun.

Bila benar lagu terakhir The Beatles yang akan dirilis McCartney adalah Now and Then, ini merupakan salah satu lagu dari sejumlah kaset yang direkam Lennon untuk McCartney, setahun sebelum kematian Lennon. 

Kaset-kaset itu diserahkan janda Lennon kepada McCartney pada 1994. Dua lagu dari kaset-kaset itu, Free As A Bird dan Real Love, "dibersihkan" oleh produser Jeff Lynne dan dirilis pada 1995 dan 1996.

Upaya serupa hendak dilakukan untuk Now and Then, tetapi proyek itu lalu dihentikan karena kebisingan suara latar pada demo lagu tersebut. AI, memberi kesempatan kepada McCartney menuntaskannya. 

Naskah: KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

Halaman:

Terkini Lainnya
Di Balik Layar Film Monster Pabrik Rambut
Di Balik Layar Film Monster Pabrik Rambut
Film
Lutesha Makin Sadar Sisi Gelap Industri Fesyen usai Bintangi Monster Pabrik Rambut
Lutesha Makin Sadar Sisi Gelap Industri Fesyen usai Bintangi Monster Pabrik Rambut
Film
Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Sindir di Media Sosial
Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Sindir di Media Sosial
Seleb
Produser Bicara soal Jam Kerja Manusiawi di Set Film Monster Pabrik Rambut
Produser Bicara soal Jam Kerja Manusiawi di Set Film Monster Pabrik Rambut
Entertainment
Ruben Onsu Klarifikasi Tudingan Setop Nafkah Anak Rp 225 Juta Per Bulan
Ruben Onsu Klarifikasi Tudingan Setop Nafkah Anak Rp 225 Juta Per Bulan
Entertainment
Kisah Panjang Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Bercerai: Anak, Utang, dan Rumah Jadi Jaminan
Kisah Panjang Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Bercerai: Anak, Utang, dan Rumah Jadi Jaminan
Entertainment
Mengenal Tsaqib, Musisi Bandung dan Kini Jadi Suami Adhisty Zara
Mengenal Tsaqib, Musisi Bandung dan Kini Jadi Suami Adhisty Zara
Entertainment
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Aktor Callum Turner di London
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Aktor Callum Turner di London
Seleb
Sinetron Terikat Janji: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain
Sinetron Terikat Janji: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain
Entertainment
Kabar Dua Garis Merah dari Adhisty Zara...
Kabar Dua Garis Merah dari Adhisty Zara...
Entertainment
Iqbaal Ramadhan Bangga Monster Pabrik Rambut Jadi Film Horor Indonesia Pertama dengan Teknologi DFD
Iqbaal Ramadhan Bangga Monster Pabrik Rambut Jadi Film Horor Indonesia Pertama dengan Teknologi DFD
Film
Rumah Tinggal Sarwendah Dijadikan Jaminan Utang Perusahaan Ruben Onsu, Tunggakan Disebut Sudah 2 Tahun
Rumah Tinggal Sarwendah Dijadikan Jaminan Utang Perusahaan Ruben Onsu, Tunggakan Disebut Sudah 2 Tahun
Entertainment
Selain Resmi Menikah, Adhisty Zara Umumkan Kehamilan Pertama
Selain Resmi Menikah, Adhisty Zara Umumkan Kehamilan Pertama
Entertainment
Ruang Senja Dedikasikan Lagu untuk Seluruh Ibu di Dunia
Ruang Senja Dedikasikan Lagu untuk Seluruh Ibu di Dunia
Musik
5 Fakta Menarik Serial Meteor Garden Versi Taiwan yang Jarang Diketahui
5 Fakta Menarik Serial Meteor Garden Versi Taiwan yang Jarang Diketahui
Entertainment
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau