JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir dua tahun setelah perceraian resmi mereka, nama Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memenuhi pemberitaan.
Kali ini bukan soal kenangan indah selama 11 tahun pernikahan, melainkan rentetan persoalan yang satu per satu mulai terkuak ke publik dari mulai anak-anak yang diklaim sulit dijangkau, biaya pendidikan yang disebut tak lagi dibayar, debt collector yang mendatangi rumah, hingga rumah tinggal yang ternyata dijadikan jaminan utang perusahaan.
Semuanya mencuat sekaligus dalam sebuah konferensi pers yang digelar kuasa hukum Sarwendah di Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).
Polemik ini bermula dari pernyataan pihak Ruben Onsu.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, presenter acara Brownis itu menyampaikan keluhannya bahwa ia kesulitan bertemu dengan ketiga anaknya pasca perceraian.
Yang membuat pernyataan itu lebih tajam, Ruben disebut sudah menggelontorkan Rp 200 juta per bulan sebagai bentuk tanggung jawab atas biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak.
Namun tetap saja, akses untuk sekadar bertemu anak-anaknya diklaim dipersulit oleh Sarwendah.
Tudingan itu rupanya tidak dibiarkan begitu saja oleh pihak perempuan berdarah Thailand tersebut.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, tampil dengan nada tegas.
Mereka membantah seluruh tudingan itu dan justru membalikkan narasi dengan sejumlah fakta yang mereka sebut bisa dibuktikan.
Soal akses ke anak-anak, Sam menegaskan bahwa kliennya tidak pernah sekalipun menutup pintu untuk Ruben.
Sarwendah, menurutnya, selalu membuka kesempatan selama tidak berbenturan dengan jadwal anak-anak, termasuk jadwal les dan bimbingan belajar.
"Bukti mempersulitnya yang mana? Karena klien kami dengan tegas menyatakan kepada kami bahwa tidak pernah menutup satu hari pun untuk bisa dibawa anak ini oleh bapaknya," kata Sam.
Yang lebih mengejutkan, pihak Sarwendah justru menyebut bahwa Ruben Onsu tidak pernah benar-benar berupaya menemui anak-anaknya secara langsung.
Tidak ada kunjungan ke rumah, tidak ada pesan WhatsApp kepada Sarwendah untuk meminta jadwal bertemu.