Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Panjang Ruben Onsu dan Sarwendah Setelah Bercerai: Anak, Utang, dan Rumah Jadi Jaminan

Kompas.com, 1 Juni 2026, 14:22 WIB
Ady Prawira Riandi,
Dian Maharani

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir dua tahun setelah perceraian resmi mereka, nama Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memenuhi pemberitaan.

Kali ini bukan soal kenangan indah selama 11 tahun pernikahan, melainkan rentetan persoalan yang satu per satu mulai terkuak ke publik dari mulai anak-anak yang diklaim sulit dijangkau, biaya pendidikan yang disebut tak lagi dibayar, debt collector yang mendatangi rumah, hingga rumah tinggal yang ternyata dijadikan jaminan utang perusahaan.

Semuanya mencuat sekaligus dalam sebuah konferensi pers yang digelar kuasa hukum Sarwendah di Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026).

Bermula dari Tudingan Ruben

Polemik ini bermula dari pernyataan pihak Ruben Onsu.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, presenter acara Brownis itu menyampaikan keluhannya bahwa ia kesulitan bertemu dengan ketiga anaknya pasca perceraian.

Yang membuat pernyataan itu lebih tajam, Ruben disebut sudah menggelontorkan Rp 200 juta per bulan sebagai bentuk tanggung jawab atas biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak.

Namun tetap saja, akses untuk sekadar bertemu anak-anaknya diklaim dipersulit oleh Sarwendah.

Tudingan itu rupanya tidak dibiarkan begitu saja oleh pihak perempuan berdarah Thailand tersebut.

Sarwendah Balik Bicara

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, tampil dengan nada tegas.

Mereka membantah seluruh tudingan itu dan justru membalikkan narasi dengan sejumlah fakta yang mereka sebut bisa dibuktikan.

Soal akses ke anak-anak, Sam menegaskan bahwa kliennya tidak pernah sekalipun menutup pintu untuk Ruben.

Sarwendah, menurutnya, selalu membuka kesempatan selama tidak berbenturan dengan jadwal anak-anak, termasuk jadwal les dan bimbingan belajar.

"Bukti mempersulitnya yang mana? Karena klien kami dengan tegas menyatakan kepada kami bahwa tidak pernah menutup satu hari pun untuk bisa dibawa anak ini oleh bapaknya," kata Sam.

Yang lebih mengejutkan, pihak Sarwendah justru menyebut bahwa Ruben Onsu tidak pernah benar-benar berupaya menemui anak-anaknya secara langsung.

Tidak ada kunjungan ke rumah, tidak ada pesan WhatsApp kepada Sarwendah untuk meminta jadwal bertemu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau