Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Pilih Cat Pintu! Ini 6 Panduan Memilih Warna yang Tepat

Kompas.com, 19 Mei 2026, 15:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pintu depan tidak hanya berfungsi sebagai akses masuk ke rumah, tetapi juga menjadi elemen pertama yang mencuri perhatian tamu.

Pasalnya, warna cat yang dipilih dapat membentuk kesan awal, mempertegas karakter fasad, serta membuat tampilan rumah terlihat lebih menarik dan mengundang.

Karena itu, pemilihan warna pintu depan sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Pemilihan yang tepat dapat meningkatkan daya tarik eksterior sekaligus mencerminkan suasana yang ingin ditampilkan.

Baca juga: 5 Warna Pintu Rumah yang Disarankan Para Ahli, Kamu Pilih Mana?

Untuk membantu menentukan pilihan yang tepat, Amy Wax, spesialis warna untuk proyek perumahan, dan Linda Hayslett, desainer utama sekaligus pendiri LH Designs, membagikan sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih warna cat yang tepat untuk pintu depan rumah.

1. Pertimbangkan penempatan

Memikirkan tata letak pintu depan yang tepat dan matang dapat membantu meningkatkan tampilan pintu dan fasad rumah.

"Jika letaknya di depan dan di tengah, penggunaan warna yang mudah terlihat dapat menjadi pilihan. Hindari warna mencolok yang berani seperti merah terang, sebaiknya gunakan  hijau yang menenangkan atau biru tua klasik," ujar Wax, seperti dikutip dari Martha Stewart, Selasa (19/5/2026). 

Baca juga: Cara Membersihkan Kusen Pintu agar Bebas Debu dan Tahan Lam

Wax menambahkan untuk mengalihkan warna-warna cerah pada pintu depan yang tersembunyi, baik karena terlindung oleh teras atau tertutup tanaman. 

"Kondisi tersebut membuat warna cerah seperti kuning krem atau warna ceria seperti biru kehijauan atau merah terang akan benar-benar menonjol," kata Wax.

2. Biarkan arsitektur memandu

Selanjutnya, padu padankan warna cat pintu dengan gaya arsitektur yang telah dipilih untuuk tampilan fasad rumah.

"Rumah bergaya tradisional dapat menggunakan warna yang lebih gelap dan kaya seperti hitam, biru tua, atau heritage greens ," kata Hayslett.

Baca juga: Arti Warna Pintu Depan Rumah Menurut Desainer Interior, Jangan Asal Pilih

Sementara itu, rumah modern akan cocok untuk dipadukan dengan warna yang memiliki nuansa yang lebih minimalis, seperti warna netral yang lembut atau warna jenuh yang bersih yang digunakan dengan cara yang lebih terkendali.

3. Padukan dengan warna-warna di sekitarnya

Penting untuk menciptakan tampilan yang serasi dan kohesif di bagian fasad rumah, khususnya pintu depan yang menjadi titik fokus. 

Manfaatkan fitur eksterior rumah, mulai dari batu alam, warna dinding, plafon, hingga taman di halaman sebagai panduan untuk memilih warna cat pintu yang tepat. 

Teras, misalnya, menjadi area transisi antara bagian luar dan dalam rumah. Karena itu, warna pintu perlu dipilih agar tetap terasa menyatu dengan area tersebut.

Baca juga: Area Pintu Masuk Berantakan, Segera Singkirkan 6 Barang Ini Agar Rapi

“Pintu depan bisa dibuat senada dengan elemen di sekitarnya atau menggunakan warna-warna yang kontras. Namun, perpaduannya harus tetap harmonis agar fasad rumah terlihat menarik dan tidak saling bertabrakan,” kata Hayslett.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau