Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Rebut Gelar Negara Paling Banyak Dikunjungi di ASEAN

Kompas.com, 6 Mei 2026, 17:30 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Malaysia kembali menjadi negara yang paling banyak dikunjungi pada kuartal pertama tahun 2026.

Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini Malaysia berhasil mendapatkan kunjungan wisatawan sebanyak 10,6 juta naik 5 persen dibandingkan tahun 2025.

Dilansir Kompas dari Vn Ekspress, Rabu (6/5/2026) Menteri Pariwisata, Senin dan Budaya Tiong King Sing mengatakan bahwa jumlah kedatangan wisatawan terus meningkat meskipun konflik Timur Tengah belum mereda.

“Meskipun terjadi penurunan jumlah wisatawan dari Timur Tengah, terdapat sedikit peningkatan jumlah wisatawan yang datang dari negara-negara Asia dan Eropa” katanya.

Baca juga: Yogyakarta Perkuat Branding sebagai Kota Festival, Event Jadi Daya Tarik Wisatawan

Baca juga: Bidik Turis Indonesia, Malaysia Promosi Destinasi Wisata di 3 Kota

Peringkat negara dengan kunjungan terbanyak

Sebelumnya, Thailand meraih posisi pertama, kini menjadi peringkat kedua yang menerima sekitar 9,3 juta kedatangan wisatawan antara Januari dan Maret turun sekitar 2,3 persen.

Selanjutnya, Vietnam yang menjadi negara ketiga dengan wisatawan asing terbanyak di ASEAN dengan jumlah 6,76 juta wisatawan asing pada kuartal pertama tahun 2026.

Peningkatan wisatawan di peringkat ketiga ini mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Cuan 4 Tahun Beruntun, Malaysia Aviation Group Genjot Modernisasi Pesawat dan Layanan

Keunggulan wisatawan Malaysia

Meningkatnya jumlah wisatawan Malaysia menjadi titik terang bagi pariwisata di Malaysia. Kemudahan visa yang fleksibel dan peningkatan infrastruktur membuat Malaysia menjadi tujuan utama wisatawan luar negeri.

Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan tahun 2026 adalah Johor. Johor berhasil menyambut sekitar 12 juta wisatawan dengan penerimaan pariwisata sebesar RM 42,48 miliar.

Dilansir dari The Star, Ketua Komite persatuan negara bagian, budaya dan warisan K.Raven Kumar melihat adanya peningkatan wisatawan ini mulai mencoba mempromosikan dengan kampanye Visit Johor 2026.

Dalam kampanye ini, Johor mencoba mempersiapkan antara 100 hingga 170 acara sepanjang tahun yang bisa menarik pengunjung dari seluruh dunia.

Raven Kumar juga menambahkan bahwa Singapura tetap menjadi sumber wisatawan terbesar Johor yang kemudian diikuti oleh Indonesia, China, dan India yang semuanya tercatat dengan peningkatan jumlah pengunjung selama periode Januari hingga Maret.

Tidak hanya itu, secara resmi program wisata di Johor juga mulai disebar di berbagai tempat wisata. Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya serta Tourism Malaysia, setidaknya ada 16 titik masuk melalui darat, udara dan laut.

Menurut keterangan Revan Kumar, Johor akan mencoba memperluas berbagai sektor wisata seperti kebun binatang, tempat wisata warisan, hingga ekowisata dengan menampilkan situs-situs seperti Kampung Sungai Melayu, Taman Negara Tanjung Piai dan Taman Negara Gunung Ledang yang menarik pengunjung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau