Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pisau Lolos dari Pemeriksaan Bandara Incheon Korea Selatan, Kok Bisa?

Kompas.com, 22 Mei 2026, 11:11 WIB
Devi Ramadhany,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah pisau dapur kecil lolos dari pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, dan terbawa ke dalam pesawat. Hal ini memicu penyelidikan dari pihak berwenang negara tersebut.

Insiden ini terjadi pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 18.20 waktu setempat, dilansir dari The Korea Herald, Jumat (22/5/2026).

Baca juga:

Pisau lolos pemeriksaan keamanan bandara di Korea

Lupa ada di dalam tas

Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Sebuah pisau lolos pemeriksaan keamanan Bandara Incheon, Korea Selatan, dan terbawa ke dalam penerbangan menuju Abu Dhabi. Kok bisa?PEXELS/ Theodore Nguyen Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Sebuah pisau lolos pemeriksaan keamanan Bandara Incheon, Korea Selatan, dan terbawa ke dalam penerbangan menuju Abu Dhabi. Kok bisa?

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan menyampaikan, pihaknya sedang menyelidiki bagaimana barang terlarang tersebut bisa lolos dari pemeriksaan keamanan serta kemungkinan pelanggaran terhadap Undang-Undang Keamanan Penerbangan.

Pisau sepanjang sekitar sembilan sentimeter itu ditemukan oleh seorang pelaku perjalanan perempuan berusia sekitar 50 tahun di dalam tas jinjingnya saat berada di penerbangan Etihad Airways tujuan Abu Dhabi.

Pelaku perjalanan tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada awak kabin.

Menurut keterangan pihak berwenang, pelaku perjalanan tersebut sebelumnya menggunakan pisau tersebut untuk mengupas buah dalam perjalanan menuju bandara dan lupa bahwa benda tersebut masih berada di dalam tasnya.

Korps Polisi Bandara Internasional Incheon menyampaikan, pelaku perjalanan tersebut tidak memiliki niat kriminal sehingga tetap diizinkan melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.

Ilustrasi Bandara Internasional Seoul Incheon, Korea Selatan. Sebuah pisau lolos pemeriksaan keamanan Bandara Incheon, Korea Selatan, dan terbawa ke dalam penerbangan menuju Abu Dhabi. Kok bisa?Dok.Shutterstock/CK Foto Ilustrasi Bandara Internasional Seoul Incheon, Korea Selatan. Sebuah pisau lolos pemeriksaan keamanan Bandara Incheon, Korea Selatan, dan terbawa ke dalam penerbangan menuju Abu Dhabi. Kok bisa?

Meski begitu, insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait sistem keamanan bandara terbesar di Korea Selatan tersebut.

Pisau diketahui termasuk barang yang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat, tanpa memandang ukuran, dan seharusnya dapat terdeteksi saat pemeriksaan keamanan berlangsung.

Kementerian Perhubungan Korea Selatan menyebut seorang inspektur dari Kantor Penerbangan Regional Seoul akan dikirim untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak yang dinilai bertanggung jawab juga disebut akan dimintai pertanggungjawaban setelah hasil investigasi selesai dilakukan.

Baca juga:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Bandara Husein Sastranegara Siap Diaktivasi Kembali untuk Penerbangan Komersial
Travel News
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau